• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home International

Sejarah Kota Al-Quds (Yerusalem) Sepanjang Sejarah, Antara Bangsa Arab Pribumi dan Bangsa Yahudi Pendatang

by Adara Relief International
Desember 13, 2017
in International
Reading Time: 5 mins read
0 0
0
Sejarah Kota Al-Quds (Yerusalem) Sepanjang Sejarah, Antara Bangsa Arab Pribumi dan Bangsa Yahudi Pendatang
985
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Sejarah Kota Al-Quds tercatat berusia 5000 tahun lebih. Merupakan salah satu kota tertua di dunia. Kota Al-Quds memiliki banyak nama terkait sejarah yang melatarbelakanginya. Penduduk yang pernah mendiami kota tersebut memberikan nama yang berbeda-beda. Bangsa Kan’an yang mendatangi kota Al-Quds 3000 tahun SM menamakannya “Ursalim” yang berarti Kota perdamaian atau juga berarti Kota Tuhan Yang Damai. Dari nama ini munculah kata “Ursyalim” yang diucapkan dalam bahasa Ibrani “Yerusalem” yang berarti “Baiti al-Maqdis” (Rumah Suci). Dalam Taurat disebutkan sebanyak 680 kali.
Di masa Yunani kota ini dikenal dengan nama Elia yang berarti Baitullah.
Salah satu karya terpenting orang Kanaan di Yerusalem adalah pembangunan terowongan untuk mengalirkan air ke dalam kota dari mata air Jehun yang terletak di Lembah Qadrun yang kini dikenal dengan mata air Silwan.

Penduduk Asli al-Quds
Kabilah Yabus -salah satu klan Kan’an Arab- tinggal selama 2500 tahun SM di Kota Al-Quds. Karena itu diberi nama Kota Yabus.

Masa Fir’aun (16-14 SM)
Kota Al-Quds berada di bawah kendali Mesir sejak abad 16 SM.
Di masa Raja Akhenaten menjadi sasaran serangan suku Badui “Khabiru”, dan penguasa Mesir Abdi Khiba tidak dapat mengalahkan mereka. Kota ini berada di tangan mereka hingga kembali lagi di bawah kendali Mesir pada masa pemerintahan Raja City I 1317 – 1301 SM.

Masa Yahudi (977-586 SM)
Pemerintahan Yahudi di al Quds bertahan selama 73 tahun saja, sepanjang sejarah al Quds yg lebih dari lima ribu tahun. Daud (David) berhasil menguasai kota pada tahun 977 atau 1000 SM. Dia menamainya Kota Daud dan membangun sebuah istana dan beberapa benteng. Masa pemerintahannya berlangsung selama 40 tahun. Dia digantikan oleh anaknya Sulaiman, yang memerintah selama 33 tahun.

Setelah wafatnya Sulaiman, negara itu terbagi di bawah pemerintahan anaknya Rehabeam, dan kota itu dikenal sebagai “Ursyalim”, sebuah nama yang berasal dari nama bangsa Arab Kan’an yaitu Syalim atau Salim, yang oleh Taurat disebut sebagai penguasa Arab Yabus yang merupakan teman Ibrahim. (Kejadian 14: 18-20, dan Risalah Ibrani di dalam Alkitab (Injil) 1:7, 20:5-6).

Masa Babilonia (586-537 SM)
Raja Babilonia Nebukadnezar II menduduki kota al Quds setelah mengalahkan raja terakhir bangsa Yahudi Zedekia, anak dari Yosua, pada tahun 586 SM . Sisa-sisa bangsa Yahudi diasingkan di Babel, termasuk Raja Zedekia sendiri.

Masa Persia (537 – 333 SM)
Raja Persia Quresh kemudian mengizinkan orang-orang Yahudi di Babel kembali ke al Quds pada tahun 538 SM.

Masa Yunani (333 – 63 SM)
Alexander Agung mengambil alih Palestina, termasuk al Quds, pada tahun 333 SM. Setelah kematiannya, Macedonia dan Ptolemy sebagai penerusnya, yang memerintah kota. Pada tahun yang sama Ptolemeus menaklukkan Palestina dan menggabungkannya dengan kerajaannya di Mesir pada 323 SM. Kemudian pada tahun 198 SM, menjadi bagian dari Seleukus di Suriah setelah Seleukus menggabungkannya dengan Nekator. Penduduk pada masa itu dipengaruhi oleh peradaban Yunani.

Al Quds di bawah pemerintahan Romawi (63 SM – 636 M)
Komandan tentara Romawi Pompeji mengambil alih al Quds pada 63 SM dan menggabungkannya dengan Kekaisaran Romawi. Pada masa Pemerintahan Romawi di Yerusalem sampai tahun 636 M terjadi banyak peristiwa. Pada periode dari tahun 66 sampai 70 M, orang-orang Yahudi di al-Quds melakukan kerusuhan dan pemberontakan sipil yang berhasil dipadamkan oleh Penguasa Romawi, Titus. Ia membakar kota dan menangkap banyak orang Yahudi. Keadaan kembali normal di bawah kekuasaan Romawi. Orang-orang Yahudi kemudian kembali memberontak dan menyatakan ketidaktaatan dua kali pada tahun 115 M dan 132 M dan berhasil menguasai kota tersebut. Kaisar Romawi Hadrian bersikap tegas kepada mereka, mengakibatkan hancurnya al Quds untuk kedua kalinya. Ia memerintahkan untuk mengubah nama kota menjadi Elia, Orang-orang Yahudi diusir dan hanya orang-orang Nasrani yang tersisa. Ia memberikan syarat bahwa orang-orang Yahudi dilarang tinggal di sana.

Baca Juga

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Gereja Qiyamah
Kaisar Romawi Konstantin I memindahkan ibu kota Kekaisaran Romawi dari Roma ke Byzantium. Agama Nasrani dinyatakan sebagai agama resmi negara. Merupakan titik balik bagi orang-orang Nasrani di al Quds, di mana Gereja Qiyamah dibangun pada tahun 326 M.

Kembalinya Persia
Kekaisaran Romawi pada tahun 395 terbagi menjadi dua dan saling bersaing. orang-orang Persia terpancing untuk menyerang al Quds dan berhasil menaklukkannya dari tahun 614 hingga 628 M. Orang-orang Romawi mendapatkannya kembali dan tetap berada di tangan mereka hingga penaklukan Islam pada tahun 636 M.

Isra’ dan Mi’raj (10H/621M)
Sekitar tahun 621 M Nabi Muhammad SAW mengunjungi al Quds. Beliau telah diperjalankan pada malam hari dari Masjid Al Haram ke Masjid Al Aqsha kemudian naik ke langit tertinggi.

Masa Islam Pertama (636 – 1072 M)
Khalifah Umar bin al-Khattab ra, memasuki kota al Quds pada tahun 636 H/15 M (beberapa sumber mengatakan 638 M) setelah pasukan tentara Islam menang di bawah kepemimpinan Abu Ubaidah bin Amir bin Jarrah. Patrik Saphranius memberikan syarat bahwa yang mengambil alih kota tersebut harus dilakukan langsung oleh khalifah Umar sendiri. Mereka menyepakati “Perjanjian Umariyah” Sebuah perjanjian yang memberi mereka kebebasan beragama sebagai ganti upeti. Dia mengubah nama kota Elia menjadi al Quds , dan perjanjian tersebut menyatakan bahwa tidak satupun Orang Yahudi diizinkan tinggal bersama mereka di kota al Quds.

Sejak saat itu kota tersebut menerapkan aturan Islam. Pada puncak kejayaan masa Umayyah (661 – 750 M) dan Abbasiyah (750-888 M) Al Quds mengalami kebangkitan ilmu di berbagai bidang. Peninggalan Islam yang paling utama pada periode tersebut adalah Masjid Qubah as Shakhrah yang dibangun oleh Abdul Malik bin Marwan pada tahun 682-691 M. Masjid Al-Aqsa dibangun kembali pada tahun 709 M. Setelah itu terjadi ketidakstabilan akibat konflik militer antara Abbasiyah, Fatimiyah dan Qarmatia. Pada tahun 1071 M, al Quds berada di bawah pemerintahan Seljuk.

Al Quds Selama Perang Salib
Al Quds jatuh ke tangan tentara Salib pada tahun 1099 setelah lima abad pemerintahan Islam sebagai akibat perebutan kekuasaan antara Seljuk dan Fatimiyah, serta antara Seljuk sendiri. Tentara Salib membunuh lebih dari 70.000 kaum muslimin ketika memasuki al Quds dan melakukan pelanggaran di tempat suci umat Islam. Sejak saat itu, di al Quds berdiri kerajaan Latin di bawah pemerintahan seorang raja Katolik yang memaksakan simbol-simbol Katolik terhadap orang-orang Kristen Ortodoks, yang membuat mereka marah.

Masa Islam Kedua
Shalahuddin al-Ayyubi merebut kembali al Quds dari Tentara Salib pada tahun 1187 setelah pertempuran Hittin, dan memperlakukan orang-orangnya dengan baik, melepaskan salib dari Qubah as Shakhrah, dan fokus pada pembangunan arsitektur dan benteng kota.

Tentara Salib Kembali Lagi
Tentara Salib berhasil mengendalikan kota tersebut setelah kematian Shalahuddin pada masa pemerintahan Raja Frederick dari Sisilia, dan tetap berada di tangan Tentara Salib selama 11 tahun sampai akhirnya Raja Shalah Najmuddin Ayub mengambil alih kota al Quds pada tahun 1244 M.

Masa Pemerintahan Mamluk
Kota ini diserbu oleh bangsa Mongol pada tahun 1243/1244 M, namun Mamluk mengalahkan mereka di bawah kepemimpinan Saifuddin Qutz dan Al-Bayer dalam Pertempuran Ain Ghalot pada tahun 1259 M. Kemudian Mamluk menggabungkan Palestina, termasuk al Quds dengan Mesir dan Suriah di bawah pemerintahan Mamluk setelah pemerintahan Ayyubiyah hingga tahun 1517M.

Masa Pemerintahan Utsmani
Tentara Ustmani memasuki Palestina di bawah kepemimpinan Sultan Salim I setelah Pertempuran Marj Dabak (1615-1616M). Al Quds berada di bawah kendali Kekaisaran Utsmani. Sultan Suleiman al Qanuni membangun pagar-pagar kota dan Qubah as Shakhrah. Dari tahun 1831-1840 M, Palestina menjadi bagian dari negara Mesir yang didirikan oleh Muhammad Ali, kemudian kembali ke pemerintahan Utsmani untuk kedua kalinya. pada tahun 1880 Utsmani memjadikan kota al Quds wilayah istimewa (seperti Yogya, ed), dan membongkar dinding lama kota pada tahun 1898 untuk memudahkan masuknya Kaisar Jerman William II dan rombongannya selama kunjungannya ke al Quds. Kota ini tetap berada di bawah kekuasaan Utsmani sampai Perang Dunia I, ketika orang-orang Turki Utsmani dikalahkan dan diusir dari Palestina.

Penjajahan Inggris (1917-1948)
Al Quds jatuh ke tangan tentara Inggris pada 8-9/12/1917 setelah pernyataan yang dikeluarkan oleh Jenderal Inggris Allenby, dan memberi mandat Liga Bangsa-Bangsa Inggris atas Palestina, al Quds menjadi ibu kota Palestina di bawah mandat Inggris (1920-1948M). Sejak saat itu, kota ini telah memasuki era baru, salah satu ciri paling menonjol yaitu adanya peningkatan jumlah imigran Yahudi, terutama setelah Deklarasi Balfour pada tahun 1917M.

Al Quds Sebagai Kawasan International Permasalahan al Quds diserahkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah Perang Dunia II, dan Komisi Internasional mengeluarkan keputusannya pada tanggal 29 November 1947 untuk menjadikan al Quds sebagai kawasan International.

Berakhirnya Mandat Inggris
Pada tahun 1948 Inggris mengumumkan berakhirnya mandat atas Palestina dan penarikan pasukannya. Kelompok Zionis Yahudi mengeksploitasi kekosongan politik dan militer tersebut, kemudian mengumumkan pendirian negara Israel. Pada tanggal 3 Desember 1948, Perdana Menteri Israel David Ben-Gurion mengumumkan bahwa al Quds Barat adalah ibu kota negara Israel yang baru saja lahir, sementara al Quds Timur berada di bawah kedaulatan Yordania hingga menuai kekalahan pada bulan Juni 1967 yang mengakibatkan seluruh bagian al Quds berada di bawah kendali otoritas penjajah Israel.

==================
Terjemah oleh :
Bidang Kajian Adara Relief International
12 Desember 2017

Sumber

ShareTweetSendShare
Previous Post

Dari Penculikan Hingga Penjara

Next Post

GAZA PADAM LISTRIK 24 JAM

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
21

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Desember 30, 2025
19
Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Desember 8, 2025
18
Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Desember 8, 2025
13
Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Desember 8, 2025
17
Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Desember 8, 2025
18
Next Post
GAZA PADAM LISTRIK 24 JAM

GAZA PADAM LISTRIK 24 JAM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630