Di Tepi Barat, pelanggaran Israel terhadap hak-hak warga Palestina terus terjadi. Pemukim ilegal Israel, dengan perlindungan tentara pendudukan, menyerbu Sekolah Menengah Bardala di Lembah Yordan Utara, menyebabkan ketakutan di kalangan siswa dan staf. Para pemukim kolonial memfoto siswa selama jam sekolah, tindakan yang dianggap sebagai bentuk intimidasi. Serangan ini terjadi hanya sehari setelah militer Israel menyerbu sekolah tersebut.
Sekolah Bardala, yang menampung 147 siswa, merupakan satu dari tujuh sekolah pemerintah Palestina di wilayah tersebut. Namun, insiden yang melecehkan siswa semakin sering terjadi sejak dimulainya tahun ajaran.
Kekerasan Israel di Tepi Barat mencakup penghancuran rumah, sekolah, dan penghentian proyek pembangunan. Di Bardala, praktik tersebut diperparah dengan pendirian pos permukiman ilegal baru oleh pemukim kolonial, sehingga meningkatkan risiko serangan terhadap desa-desa Palestina.
Sejak agresi di Gaza dimulai, lebih dari 837 warga Palestina di Tepi Barat terbunuh dan 6.700 lainnya terluka oleh tembakan tentara Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina. Pelanggaran sistematis ini telah mendorong Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) pada November 2024 untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan agresi dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Selain itu, Mahkamah Internasional telah menyatakan pendudukan Israel atas tanah Palestina sebagai tindakan ilegal, menyerukan penghentian semua permukiman di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) bagian timur.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








