Badan Pengungsi Palestina PBB, UNRWA, telah melaporkan kematian setidaknya dua anggota staf tambahan di Gaza, Anadolu Agency melaporkan. Hal ini mengakibatkan jumlah total korban jiwa naik menjadi 16 orang sejak awal agresi, menurut pernyataan UNRWA pada Jumat (20/10).
Setidaknya 16 staf UNRWA telah dibunuh sejak 7 Oktober dan sepuluh staf lainnya terluka. Jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi – angka-angka ini hanya mencakup angka-angka yang dapat dikonfirmasi, terang UNRWA mengatakan dalam. Dalam pernyataannya, UNRWA juga mengatakan bahwa 33 instalasi UNRWA di Gaza telah terkena dampak serangan udara Israel. “UNRWA terus mengadvokasi kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional dan perlindungan warga sipil, infrastruktur sipil, dan fasilitas PBB,” bunyi pernyataan tersebut.
Gaza sedang mengalami krisis kemanusiaan yang parah akibat tidak adanya listrik, dengan air, makanan, bahan bakar, dan pasokan medis yang hampir habis. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyerukan “gencatan senjata kemanusiaan segera” untuk meringankan “penderitaan besar umat manusia.” Setidaknya 4.137 warga Palestina, termasuk 1.524 anak-anak dan 1.000 perempuan telah tewas dalam serangan Israel di Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها







