Pendidikan di Palestina telah menjadi sasaran pelanggaran Israel yang mencolok, kata Pusat Hak Asasi Manusia Al-Mezan dalam sebuah laporan yang memperingati Hari Pendidikan Internasional PBB (25/1). Hak atas pendidikan di wilayah pendudukan Palestina “telah dilanggar secara sistematis oleh Israel,” kata Al-Mezan, dan berdampak negatif pada warga Palestina dan kehidupan mereka.
Menurut kelompok HAM tersebut, tentara Israel telah membunuh 1.383 anak Palestina di Jalur Gaza sejak 2008. Mereka telah menghancurkan sebagian atau seluruhnya dari 571 fasilitas pendidikan, termasuk 538 sekolah pada periode yang sama. Adapun otoritas Israel telah menahan 143 siswa laki-laki dan perempuan.
Sekolah-sekolah di Al-Quds (Yerusalem) mendapat hukuman yang diberlakukan otoritas Israel hanya karena mereka menolak menggunakan buku pelajaran Israel. Kelompok tersebut juga mengutarakan penderitaan sehari-hari siswa Palestina yang harus melewati pos pemeriksaan militer Israel dalam perjalanan ke sekolah. Sementara itu, situasi di Gaza sangat sulit akibat blokade Israel yang terus berlangsung sejak 2006. “Sejumlah sekolah harus bekerja dua shift untuk menstabilkan jumlah siswa.”
Al-Mezan menegaskan kembali hak warga Palestina untuk menikmati pendidikan dengan aman, tanpa pelanggaran dan pembatasan, selain juga menyerukan komunitas internasional untuk menekan penjajahan Israel agar menghapus semua hambatan yang dikenakan pada siswa Palestina dan sistem pendidikan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








