Pasukan Israel telah menutup tiga pintu masuk ke kota bersejarah dan situs arkeologi di Kota Sebastia, Tepi Barat bagian utara, pada Senin (2/10). Langkah ini telah memicu kekhawatiran sebab pemerintah Israel bermaksud mengubah daerah tersebut menjadi permukiman Yahudi. Tindakan tersebut berpotensi membahayakan kekayaan warisan budaya Palestina yang telah ada sejak ribuan tahun lalu di Sebastia.
Walikota Mohammad Azem dari Sebastia membenarkan bahwa buldoser Israel telah membangun gundukan tanah untuk memblokir tiga pintu masuk dari barat kota. Mereka juga mempertahankan kendali atas pintu masuk utama yang dijaga ketat oleh militer Israel. Penduduk lokal dan aktivis pelestarian warisan budaya di daerah tersebut sangat khawatir bahwa situs arkeologi kuno tersebut bisa terancam.
Kota bersejarah Sebastia, yang terletak di barat laut Nablus, memiliki kekayaan monumen Kana’an yang telah berdiri selama lebih dari lima milenium. Kekayaan budayanya telah menarik perhatian internasional, dan tindakan Israel yang baru-baru ini mengganggu situs tersebut telah memicu kemarahan.
Awal pekan ini, pemerintah Israel mengalokasikan NIS 30 juta untuk pengambilalihan situs arkeologi secara menyeluruh di Sebastia. Keputusan ini telah memicu perdebatan sengit mengenai pelestarian warisan budaya di wilayah tersebut. Proyek kontroversial tersebut mencakup pemasangan tenda dan mobilisasi mesin di dalam kota untuk tujuan pembangunan. Kritikus berpendapat bahwa tindakan ini, yang bertepatan dengan hari raya Yahudi, adalah upaya yang disengaja untuk mengambil kendali atas warisan sejarah dan budaya kota Palestina. Dengan keputusan Israel untuk membatasi akses ke situs arkeologi selama liburan ini, muncul kekhawatiran akan meningkatnya potensi kerusakan pada monumen kuno di sana.
Penduduk setempat telah melaporkan kedatangan peralatan dan mesin di berbagai situs arkeologi di Sebastia, yang semakin meningkatkan kekhawatiran tentang nasib warisan budaya kota tersebut. Para pendukung pelestarian warisan budaya menyerukan perhatian dan intervensi internasional untuk melindungi artefak dan struktur kuno Kana’an yang menjadi bukti sejarah wilayah Sebastia.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








