Sebuah rumah sakit London “terpaksa” menurunkan pajangan karya seni yang dibuat oleh anak sekolah Palestina dari Gaza. Ini terjadi setelah munculnya keluhan dari Pengacara Inggris untuk Israel atas nama pasien yang “tersinggung”, lapor Al-Arabi.
Pajangan piring tersebut didesain oleh anak-anak di dua sekolah UNWRA di Gaza. Siswa sekolah Chelsea & Westminster Community Hospital kemudian mewarnai desain tersebut dan memajangnya dalam pameran “Crossing Borders – Festival of Plates” di pintu masuk koridor rawat jalan. Salah satu judul yang ditulis adalah “Reranting zaitun adalah simbol perdamaian dan digunakan untuk menyampaikan harapan untuk negara Palestina yang merdeka.”
Tampilan karya senin di lobi Rumah Sakit Chelsea dan Westminster membuat beberapa pasien merasa “risih, tersinggung, dan dilecehkan,” menurut UKLFI. Seorang juru bicara rumah sakit menyatakan, “Saya dapat mengonfirmasi bahwa foto-foto ini telah dihapus. Kami menghargai Anda karena telah menyampaikan hal ini kepada kami”.
Anas Altikriti, CEO The Cordoba Foundation berkomentar bahwa keseluruhan cerita dari awal hingga akhir menunjukkan pola pikir yang tidak sehat di semua pihak terkait. Bermula dari fakta bahwa orang dewasa merasa bahwa karya seni hasil buatan anak-anak dapat mengintimidasi, keluhan-keluhan tidak masuk akal dari UKLFI, dan akhirnya rumah sakit benar-benar menghapus karya seni tersebut, semuanya benar-benar aneh.
Menyusul berita penurunanan karya seni anak-anak Gaza tersebut, beberapa orang telah menyatakan dukungannya. Sementara itu, mayoritas pengguna Twitter mengekspresikan kemarahan mereka dan mempertanyakan “Apa yang salah dengan seni yang dibuat oleh anak-anak dari Gaza? Bagaimana bisa karya seni anak-anak yang tidak bersalah menjadi ancaman?”
Orang-orang yang mengkritik tindakan rumah sakit dan UKLFI karena mempromosikan penghapusan karya seni menilai bahwa keputusan tersebut tidak sensitif karena orang-orang tampaknya lebih peduli dengan keluhan ‘keresahan’ yang dijelaskan saat berjalan melewati karya seni. Mereka lupa bahwa ada wawasan dan empati untuk anak-anak yang mengalami blokade setiap hari di Gaza.
Satu akun Twitter berbagi gambar tampilan di rumah sakit dan menyatakan, “Jika Anda merasa risih dan terganggu karena harus melihat pajangan karya seni anak-anak dari Gaza, bayangkan bagaimana perasaan anak-anak itu ketika seorang tentara Israel menodongkan senjata ke arah mereka.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








