Rumah sakit Palestina terbesar di Al-Quds telah menutup pintunya untuk semu, kecuali bagi pasien darurat sebagai protes terhadap krisis keuangan yang sedang berlangsung, Arab48.com melaporkan pada Senin (25/4). Serikat pekerja di Rumah Sakit Al-Makassed mengatakan bahwa staf tidak dapat melaksanakan tugas mereka karena “krisis keuangan yang berkelanjutan dan tidak menerima gaji mereka.”
Rumah sakit itu sendiri menambahkan bahwa Otoritas Palestina belum membayar gaji staf selama beberapa bulan. Ini menunjukkan bahwa telah ada kesepakatan setelah pemogokan sebelumnya dan PA telah mundur dari janjinya. Para pekerja rumah sakit diperkirakan akan berkumpul pada Selasa pagi dan kemudian berunjuk rasa di depan kementerian keuangan PA.
Jumlah yang terutang ke rumah sakit oleh PA adalah $47 juta, yang sebagian besar berasal dari rujukan pasien dari Tepi Barat dan Jalur Gaza. Kepala rumah sakit, Izz Al-Din Hussein, mengatakan kepada Middle East Eye Agustus lalu bahwa rumah sakit berutang sekitar $20 juta kepada perusahaan pemasok medis, dan sekitar $9 juta dalam bentuk pajak, asuransi kesehatan Israel, dan pinjaman bank.
Sumber:
https://www.#/20220426-jerusalem-major-palestinian-hospital-closes-doors-due-to-financial-crisis/
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








