Rimas An-Nahal adalah gadis kecil yang tinggal di Kamp Pengungsian Al-Shati di Gaza Barat. Sejak kecil, ia telah menyaksikan berbagai tragedi di berbagai sudut kota tempat tinggalnya. Akan tetapi, hal tersebut tidak menghancurkan impiannya untuk bisa menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. Kini, di usianya yang hampir menginjak 10 tahun, ia telah tuntas menghafal keseluruhan Al-Qur’an.
Rimas telah kehilangan ayahnya sejak 2015. Ayahnya menderita sakit yang parah selama tiga tahun dan meninggal karena penyakitnya. Sejak saat itu, Rimas bersama dengan tiga saudaranya tinggal dan mendapat asuhan dari nenek dan bibi mereka. Bibinya, Iman, mengatakan, “Karena saya adalah bagian dari keluarga, saya ambil bagian dalam membesarkan mereka semua. Namun, yang sangat berjasa merawat sejak mereka kehilangan ayah adalah nenek mereka. Ia berusaha keras untuk memenuhi keinginan cucu-cucunya, agar mereka tidak merasakan pahitnya kesepian dan kesedihan setelah kehilangan.”
“Banyak situasi sulit yang Rimas jalani selama periode ini. Ketika dia duduk untuk menghafal Al-Qur’an, dia kadang-kadang kesulitan dalam menghafal. Kemudian dia menangis dan berteriak dengan keras: ‘Di mana Papa? di mana kamu, Papa?” itu karena dia sepenuhnya sadar bahwa dia adalah putri ayahnya dan bahwa dia menginginkan keberadaan ayahnya di untuk membantunya. Situasi ini terus berulang dan semua orang yang mendengarnya selalu menangis.”
Bibinya melanjutkan bahwa ia melihat kemampuan menghafal Rimas yang mengagumkan ketika mengajaknya ke masjid. Ia kemudian memasukkan Rimas ke kelas menghafal Al-Qaida Al-Nuraniah selama seminggu. Rimas menjalani kelas tersebut dan mendapat nilai yang gemilang. Ia kemudian bergabung ke komunitas menghafal di Al-Shafi yaitu Dar Al-Qur’an wa As-Sunnah. Awalnya, Ia menghafal surat-surat pendek, kemudian bertambah menjadi setengah halaman, satu halaman, bahkan bisa dua halaman dalam sehari. Bibinya mengatakan, “Ketika dia selesai menghafal bagian dari Al-Qur’an, kami akan memberinya hadiah yang dia suka. Ketika ia termotivasi, ia pasti akan bergegas mencapai targetnya”
Motivasi terbesar Rimas untuk menyelesaikan hafalannya adalah ayahnya. “Rimas selalu memikirkan untuk memberikan mahkota kehormatan untuk ayahnya. Mimpi itu kini menjadi kenyataan. Terima kasih kepada Allah, kini dia selesai menghafal seluruh Al-Qur’an,” pungkas bibinya. Kakaknya, Hamada An-Nahal, juga telah menyelesaikan hafalannya lima bulan lebih awal dari Rimas.
Ketika diwawancara usai menyelesaikan hafalannya, Rimas berkata: “Saya pernah tinggal bersama ayah yang memberikan hari-hari indah ketika saya masih kecil. Tetapi Ayah pergi lebih awal sehingga saya memiliki keinginan untuk memakaikannya mahkota kehormatan. Alhamdulillah, saya telah melakukan itu. Sekarang impian saya adalah untuk bisa unggul dalam studi dan menjadi seorang dokter.”
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







