“Ribuan perempuan menghadapi risiko kesehatan yang mengancam jiwa di Jalur Gaza, tempat lebih dari 41.000 warga Palestina terbunuh dalam genosida Israel”, kata UN Women.
Badan PBB itu mengatakan dalam sebuah laporan pada Ahad (6/10) bahwa lebih dari 85 persen fasilitas kesehatan telah rusak, mengganggu layanan medis dan mempersulit perempuan untuk mengakses perawatan kesehatan penting.
Laporan tersebut juga menggarisbawahi kebutuhan mendesak bagi perempuan, seperti perawatan kanker, layanan kesehatan ibu, dan dukungan psikologis.
Badan PBB mendesak bantuan segera untuk mengatasi kebutuhan kesehatan khusus perempuan dan anak perempuan di Gaza.
Baru-baru ini UN Women memperkirakan bahwa 177.000 perempuan di Gaza menghadapi “risiko kesehatan yang mengancam jiwa, termasuk penyakit tidak menular dan kelaparan serta gizi buruk selama kehamilan”.
Laporan tersebut mengatakan bahwa perempuan dan anak perempuan berisiko lebih tinggi terpapar penyakit tertentu karena peran mereka dalam merawat anggota keluarga yang sakit di tempat penampungan yang sangat padat, serta tanpa ketersediaan air dan sanitasi yang memadai. Laporan tersebut juga melaporkan bahwa sekitar 155.000 perempuan hamil dan menyusui menghadapi hambatan dalam perawatan sebelum dan setelah kelahiran.
Sumber:
https://www.securitycouncilreport.org
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








