• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Rencana Trump untuk Memindahkan Warga Palestina Ditolak oleh Dunia dan Rakyat Palestina

by Adara Relief International
Februari 6, 2025
in Berita Kemanusiaan, Hubungan Internasional dan Politik, Hukum dan HAM
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Rencana Trump untuk Memindahkan Warga Palestina Ditolak oleh Dunia dan Rakyat Palestina

Pemandangan warga Gaza kembali ke utara. [AA]

14
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana kontroversial untuk mengambil alih Gaza dan memindahkan warganya ke negara-negara lain seperti Yordania dan Mesir. Namun, proposal tersebut langsung mendapat kecaman luas dari berbagai negara dan organisasi internasional, serta ditolak mentah-mentah oleh rakyat Palestina yang tetap bertekad untuk bertahan di tanah air mereka meskipun menghadapi kehancuran akibat agresi.

Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, dengan tegas mengecam rencana tersebut dan menyatakan bahwa setiap pemindahan paksa atau deportasi penduduk dari wilayah pendudukan melanggar hukum internasional. “Hukum internasional sangat jelas dalam hal ini,” ujarnya, menegaskan bahwa hak menentukan nasib sendiri adalah prinsip fundamental yang harus dihormati oleh semua negara.

Turk juga menyoroti penderitaan luar biasa yang dialami warga Palestina di wilayah pendudukan dan menegaskan bahwa solusi yang harus ditempuh adalah perdamaian berdasarkan martabat dan kesetaraan, bukan pengusiran paksa.

Sejumlah negara di Eropa dan Timur Tengah mengecam rencana ini. Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menyatakan bahwa Gaza adalah tanah rakyat Palestina dan mereka harus tetap tinggal di sana. Ia menegaskan bahwa Spanyol mendukung masa depan Gaza sebagai bagian dari negara Palestina merdeka.

Pemerintah Prancis juga menolak gagasan Trump dengan menekankan bahwa Gaza tidak boleh berada di bawah kendali negara lain, tetapi harus menjadi bagian dari negara Palestina yang berdaulat. Prancis memperingatkan bahwa pemindahan paksa warga Palestina akan menjadi pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan menjadi penghambat utama solusi dua negara.

Penolakan juga datang dari berbagai negara lain seperti China, Turki, Palestina, dan Arab Saudi, yang secara terbuka menolak setiap upaya untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka.

Meskipun mengalami kehancuran yang masif akibat agresi Israel, warga Gaza dengan gigih menolak meninggalkan tanah mereka. Seorang warga Gaza, Alaa Subaih, menegaskan bahwa meskipun kotanya hancur, ia tetap akan kembali dan membangunnya kembali. “Bahkan jika tanah ini adalah neraka, ini adalah tanahku. Aku tidak ingin tinggal di tempat lain,” katanya.

Bagi banyak warga Palestina, rencana Trump dipandang sebagai kelanjutan dari upaya lama untuk mengusir mereka dari tanah air mereka. Seorang warga Jabalia, Sanaa Mousa, membandingkan rencana ini dengan Deklarasi Balfour, yang menjadi dasar bagi pendudukan Israel. “Trump ingin mengusir kami demi penjajah, seperti yang dilakukan Balfour,” katanya. Ia menegaskan bahwa meskipun hidup dalam kondisi yang sangat sulit, rakyat Palestina akan tetap bertahan di tanah mereka. “Kami akan tetap di sini di atas puing-puing sampai kami membangunnya kembali. Tidak ada yang dapat membuat kami pergi.”

Meskipun lebih dari 450.000 unit rumah telah rusak atau hancur, warga Gaza mulai kembali ke kampung halaman mereka, membersihkan puing-puing, dan mencoba membangun kembali kehidupan mereka. Mereka menghadapi kesulitan luar biasa, seperti kurangnya air bersih, listrik, dan fasilitas kesehatan, tetapi mereka tetap bertekad untuk tidak menyerah.

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Seperti yang dikatakan oleh seorang warga Palestina, “Jika mereka menawarkan seluruh kota sebagai ganti puing-puing rumahku, aku tidak akan menerimanya. Tanah air tidak bisa digantikan. Tanah air seperti darah dan jiwa kita. Palestina adalah tanah kami dan kami tidak akan meninggalkannya.”

Rencana Trump untuk memindahkan warga Palestina dari Gaza telah mendapat penolakan keras dari dunia internasional dan rakyat Palestina sendiri. Selain melanggar hukum internasional, rencana ini juga bertentangan dengan aspirasi rakyat Palestina yang tetap teguh bertahan di tanah mereka meskipun menghadapi penderitaan dan kehancuran. Dengan tekad yang kuat, mereka menolak menjadi pengungsi di negara lain dan bersumpah untuk tetap tinggal serta membangun kembali tanah air mereka. Dunia kini menanti bagaimana komunitas internasional akan bertindak dalam menghadapi ancaman pengusiran paksa ini.

Sumber:

https://www.aa.com.tr

https://www.aa.com.tr

https://mondoweiss.net

https://www.aa.com.tr

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Jam Malam, Pembongkaran, dan Serangan Udara: Israel Perluas Serangan di Tepi Barat hingga Tulkarem dan Lembah Yordania

Next Post

B’Tselem: Polisi Israel Mengizinkan Pemukim Menyerang Desa Palestina di Tepi Barat

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
15
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
20
Next Post
Palestina Kecam Kekerasan Pemukim Ilegal dan Ancaman Israel terhadap Kota-Kota di Tepi Barat

B'Tselem: Polisi Israel Mengizinkan Pemukim Menyerang Desa Palestina di Tepi Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630