• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Rencana Menghilangkan Gaza Lewat ‘Generals Plan’ yang sedang Dilakukan Israel

by Adara Relief International
Oktober 18, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hubungan Internasional dan Politik, Hukum dan HAM, International, News, Sosial EKonomi
Reading Time: 5 mins read
0 0
0
Rencana Menghilangkan Gaza Lewat ‘Generals Plan’ yang sedang Dilakukan Israel

Tentara Israel telah melanjutkan operasinya di Gaza utara. Seorang pemuda Palestina berduka atas kematian kerabatnya setelah serangan udara di kamp pengungsi Jabalia pada 12 Oktober 2024 (AFP)

84
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Di Israel, ketidakpuasan muncul akibat kurangnya kemajuan dalam urusan sandera yang masih ditahan di wilayah Palestina serta terbukanya front kedua bagi tentara Israel yang kewalahan akibat agresinya ke Lebanon pada September.

Banyak anggota militer Israel dan pihak lainnya kini beralih ke “Rencana Para Jenderal” (General’s Plan) yang juga dikenal sebagai Rencana Eiland untuk memastikan kekalahan Hamas. Secara sederhana, usulan dari kelompok perwira cadangan senior ini melibatkan pembersihan etnis di Jalur Gaza utara dari penduduknya; kemudian mengepung wilayah tersebut, termasuk menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan, untuk menimbulkan kelaparan bagi siapa pun yang tersisa, termasuk pejuang Palestina.

 

Siapa yang menulis Rencana Para Jenderal?

Rencana ini diterbitkan pada akhir September 2024 oleh Forum Komandan dan Prajurit Cadangan, sebuah LSM Israel yang mendefinisikan dirinya sebagai badan profesional dengan lebih dari 1.500 perwira militer.

Forum ini mengatakan bahwa mereka didirikan dengan empat tujuan, yaitu mengubah doktrin perang, beralih dari konsep pencegahan ke konsep kemenangan mutlak, memperkenalkan lebih banyak perwira ofensif ke dalam staf umum yang memimpin tentara, dan mencapai kemenangan yang jelas melawan musuh di semua sektor. Kelompok ini juga mengkritik strategi tentara Israel di Gaza sejak Oktober 2023 dan kegagalannya mencapai tujuan agresi.

 

Siapa Giora Eiland?

Tokoh sentral di balik rencana ini adalah Giora Eiland, seorang mayor jenderal cadangan yang telah pensiun, yang pernah menjadi kepala divisi operasi dan perencanaan tentara, serta mengepalai Dewan Keamanan Nasional.

Baca Juga

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Eiland yang terlibat dalam Perang Arab-Israel 1973, invasi Lebanon 1982, dan Operasi Entebbe 1976, dianggap sebagai tokoh kiri-tengah di Israel. Pada 2023, misalnya, ia mendukung perwira cadangan yang menolak bertugas selama krisis reformasi yudisial Israel.

Selama agresi saat ini, ia beberapa kali muncul di media menyerukan tindakan militer yang mungkin dianggap sebagai kejahatan perang.

Dalam sebuah wawancara pada 29 Oktober 2023, beberapa pekan setelah agresi dimulai, Eiland menyatakan bahwa Israel perlu melakukan tekanan yang lebih besar. 

“Fakta bahwa kita menyerah menghadapi bantuan kemanusiaan untuk Gaza adalah kesalahan besar. Gaza harus dihancurkan sepenuhnya: kekacauan besar, krisis kemanusiaan parah, hingga teriakan mereka terdengar sampai ke langit.”

Pada Desember, ia menyarankan bahwa jika Hamas menolak untuk membahas masalah sandera Israel, maka bantuan kemanusiaan harus dipotong dengan harapan dapat menggulingkan kepemimpinan Hamas.

“Gaza akan kelaparan,” ujar Eiland, “dan ketika Gaza kelaparan, ratusan ribu warga Palestina akan marah dan frustrasi. Orang-orang yang lapar adalah mereka yang pada akhirnya akan menggulingkan [Yahya] Sinwar, dan itulah satu-satunya hal yang mengganggunya.”

Eiland juga percaya bahwa ancaman lain terhadap kesejahteraan warga Palestina harus diabaikan, seperti kemungkinan epidemi.

 “Jika situasi semacam itu terjadi, itu sebenarnya akan mematahkan semangat juang Hamas dan memperpendek pertempuran.”

Ia juga tidak terlalu peduli pada kelompok rentan. Pada November 2023, Eiland menyatakan bahwa Israel tidak boleh memberikan bantuan kemanusiaan apa pun kepada Gaza, termasuk kepada perempuan tua, karena Israel menganggap bahwa mereka adalah ibu dan nenek para pejuang Hamas yang melakukan kejahatan mengerikan pada 7 Oktober.”

 

Apa pemikiran di balik “Rencana Para Jenderal?”

Penulis rencana ini menyatakan bahwa “strategi Israel yang saat ini mengandalkan tekanan militer belum membuahkan hasil yang diinginkan. Hari ini, setelah lebih dari 10 bulan sejak 7 Oktober, dapat dikatakan bahwa strategi ini telah gagal.”

Mereka mengaitkan kegagalan ini dengan ketidakmampuan tentara untuk melakukan beberapa langkah, seperti “mengepung zona pertempuran, sepenuhnya mengevakuasi penduduk dari wilayah tersebut, dan menciptakan alternatif bagi distribusi bantuan kemanusiaan oleh Hamas.” Dengan kata lain, meskipun Hamas telah menderita kerugian besar, mereka masih bisa pulih begitu tentara Israel meninggalkan wilayah tersebut.

Oleh karena itu, rencana ini menyimpulkan, “satu-satunya cara untuk merusak kemampuan Hamas untuk pulih adalah dengan menghancurkan satu atau lebih dari empat elemen (uang, kemampuan merekrut pejuang, pasokan, dan motivasi) yang memungkinkan keberadaan mereka dari waktu ke waktu.”

 

Apa tahap pertama dari Rencana Para Jenderal?

Tahap pertama dari rencana ini adalah menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza utara dan menggunakan kelaparan sebagai tekanan. Ada dua tahap dalam strategi ini.

Tahap pertama adalah “evakuasi penduduk dari Jalur Gaza utara.”  Langkah ini telah menjadi bagian dari strategi militer Israel bahkan sebelum Rencana Para Jenderal. Pada November 2023, tentara mengumumkan bahwa 95 persen penduduk Gaza utara telah pindah ke selatan dan tidak diizinkan kembali.

Rencana ini juga mengutip contoh sejarah dengan strategi serupa yang berhasil, seperti selama Perang Dunia II, ketika Perdana Menteri Inggris Winston Churchill “menyatakan niatnya untuk memberlakukan blokade ketat dan tidak mengirimkan makanan ke daerah yang dikuasai Nazi, bahkan dengan tujuan membantu penduduk sipil setempat.”

 

Apa reaksi di Israel terhadap Rencana Para Jenderal?

Ide di balik rencana ini, yaitu pengusiran warga Palestina dari tanah mereka, selalu populer di kalangan sayap kanan Israel. Bahkan, perpindahan massal penduduk Gaza telah menjadi salah satu tujuan yang dinyatakan oleh Israel sejak agresi dimulai.

Pengusiran warga Palestina telah berulang kali diserukan oleh pemimpin pemerintah sayap kanan Israel, termasuk Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Keamanan Itamar Ben Gvir.

Pada Oktober 2023, Kementerian Intelijen Israel, yang dipimpin oleh Gila Gamliel, menerbitkan dokumen yang merekomendasikan “evakuasi penduduk Gaza ke Sinai dan tidak mengizinkan mereka kembali atau tinggal dekat perbatasan Israel.” Pemimpin partai oposisi kanan-tengah Yisrael Beiteinu juga menyatakan dukungannya. Berbicara di hadapan komite yang sama pada 22 September, Netanyahu mengatakan bahwa rencana tersebut masuk akal.

 

Kapan Rencana Para Jenderal akan dimulai?

Banyak pengamat percaya rencana ini sudah dimulai. Laporan media Israel sepanjang September menunjukkan bahwa dukungan untuk rencana ini semakin meningkat di kalangan militer. Pada 9 September, Eliezer Toledano, kepala divisi strategis tentara, menginformasikan kepada para menteri bahwa tentara sudah merumuskan rencana untuk mengambil alih distribusi bantuan kemanusiaan.

PBB melaporkan pada 11 Oktober bahwa “tidak ada bantuan makanan yang masuk ke [Jalur Gaza utara] sejak 1 Oktober” dan penyeberangan utama ke daerah tersebut telah ditutup.

Avichai Edrei, juru bicara tentara dalam bahasa Arab, mengeluarkan pemberitahuan evakuasi untuk penduduk Jabalia, Beit Hanoun, Beit Lahiya, dan daerah lain di Kota Gaza pada 7 Oktober 2024.

Dua hari kemudian, tentara Israel melancarkan serangan besar-besaran di Kamp Pengungsi Jabalia di Gaza utara. Secara bersamaan, tentara mengeluarkan perintah evakuasi untuk tiga rumah sakit.

Dengan dukungan luas untuk rencana ini dari pemerintah Israel dan militer, muncul pertanyaan apakah tentara akan segera berusaha menduduki Jalur Gaza utara.

Channel 13 Israel  melaporkan bahwa “tentara berupaya mendorong 200.000 hingga 300.000 warga Gaza ke selatan Jabalia, sementara Hamas berusaha mencegah mereka melakukan hal tersebut.”

Menurut jurnalis Haaretz, Amos Harel, operasi saat ini di Gaza utara telah dirumuskan oleh Komando Selatan. Namun, meskipun ada kesamaan dengan Rencana Para Jenderal, militer Israel mengatakan bahwa “rencana yang saat ini dijalankan tidak mencakup elemen ekstrem dari Rencana Para Jenderal.”

 

Sumber: 

http://middleeasteye.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Seorang Lansia Perempuan di Tepi Barat Ditembak Mati oleh Israel saat Memanen Zaitun

Next Post

Kepala HAM PBB Memperingatkan Pemindahan Paksa Warga Sipil di Gaza Utara sebagai Kejahatan Perang

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
20

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Januari 15, 2026
18
Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Januari 15, 2026
16
Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Januari 15, 2026
22
Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 15, 2026
16
Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Januari 14, 2026
15
Next Post
Kepala HAM PBB Memperingatkan Pemindahan Paksa Warga Sipil di Gaza Utara sebagai Kejahatan Perang

Kepala HAM PBB Memperingatkan Pemindahan Paksa Warga Sipil di Gaza Utara sebagai Kejahatan Perang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630