Menteri Keamanan Nasional sayap-kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, telah memicu kontroversi karena menyerukan akses tanpa batas waktu bagi pemukim untuk menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem). Tuntutan provokatif ini muncul ketika lebih dari 500 pemukim Yahudi menyerbu Al-Aqsa pada hari keempat hari raya Yahudi Sukkot, menurut Departemen Wakaf Islam Palestina.
Libur Sukkot berlangsung selama seminggu yang dimulai pada 29 September hingga 6 Oktober, menandai berakhirnya rangkaian hari raya Yahudi yang dimulai dengan Rosh Hashanah (Tahun Baru) pada 15 September lalu. Seruan Ben-Gvir tersebut terungkap melalui kutipan suratnya untuk anggota parlemen sayap kanan di parlemen Israel, Knesset, lapor Haaretz. Dalam surat tersebut, menteri sayap kanan itu mendesak kabinet keamanan Israel untuk segera melaksanakan sidang yang membahas kemungkinan pembukaan Masjid Al-Aqsa bagi orang Yahudi selama 24/7.
Pasukan Israel telah mengizinkan pemukim Yahudi memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa sejak tahun 2003, meskipun warga Palestina selalu menunjukkan keberatan. Saat ini, pemukim Israel mendapat akses ke Al-Aqsa dalam dua shift, pagi dan sore, kecuali hari Jumat dan Sabtu.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








