Pada Kamis malam (5/10), Israel mengumumkan penutupan total Palestina selama dua hari saat hari libur Yahudi Simchat Torah, Anadolu Agency melaporkan. Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah tersebut, Ghassan Alyan, mengatakan bahwa berdasarkan penilaian keamanan, penutupan total Tepi Barat akan berlaku selama hari libur Simchat Torah, bersamaan dengan penutupan penyeberangan Gaza. Dia menambahkan, penutupan dimulai pada tengah malam pada Kamis dan akan berakhir pada tengah malam pada hari Sabtu. Akan tetapi, tentara Israel mengatakan selama periode penutupan, mereka hanya akan mengizinkan kasus medis dan kemanusiaan melewati pos pemeriksaan militernya, namun harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari tentara yang sangat sulit diperoleh.
Penutupan di Israel ini merupakan yang ketiga dalam waktu kurang dari sebulan. Ini terjadi setelah penutupan pada tanggal 18 September saat libur Tahun Baru Yahudi dan tanggal 29 September saat libur Sukkot. Selama hari raya Yahudi, kerap terjadi bentrokan antara warga Palestina dan pemukim ilegal Yahudi. Hal tersebut biasa terjadi karena pemukim Yahudi selalu menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur dan melakukan ritual provokatif di dalamnya. Bagi umat Islam, Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia. Orang-orang Yahudi menyebut daerah itu sebagai Bukit Bait Suci, mengklaim bahwa itu adalah situs dua kuil Yahudi kuno.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








