Otoritas militer Israel telah menghancurkan atau menyita 134 bangunan milik Palestina pada Agustus. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang tahun ini, dengan peningkatan lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan rata-rata selama tujuh bulan pertama tahun ini, yaitu 65 bangunan. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyampaikan laporannya tentang penghancuran dan transfer (pengusiran) di Tepi Barat selama Juli dan Agustus.
Pada bulan Juli dan Agustus, otoritas pendudukan Israel menghancurkan, menyita, atau memaksa penduduk untuk menghancurkan 202 bangunan Palestina di Tepi Barat, termasuk di Al-Quds (Yerusalem) Timur. Sebanyak 29 di antaranya merupakan bantuan kemanusiaan yang didanai oleh donor. Akibatnya, 216 orang, termasuk 105 anak-anak, terpaksa mengungsi. Ini juga mempengaruhi mata pencaharian atau akses terhadap layanan bagi sekitar 1.200 orang Palestina.
Dua belas struktur yang dihancurkan atau disita pada Juli dan Agustus berada di komunitas penggembala di ‘zona tembak’ Israel. Hampir 30 persen berada di Area C, dan 38 komunitas Palestina di area pelatihan ini termasuk yang paling rentan di Tepi Barat, dengan akses terbatas ke layanan penting dan infrastruktur dasar, kata OCHA.
Di komunitas penggembala Al-Jiftlik al-Shuneh dan Fasayil, keduanya di Yerikho, pihak berwenang Israel menghancurkan 8 bangunan, yang 6 di antaranya merupakan bantuan kemanusiaan sebagai tanggapan atas penghancuran sebelumnya. Sebanyak 14 orang mengungsi dan 7 lainnya terkena dampak. Di Al-Abaidiya dan Umm Qussa, keduanya di selatan Hebron, dan di Khirbet al-Ras al-Ahmar di Tubas, pihak berwenang Israel menghancurkan total 4 bangunan. Akibatnya, 23 orang, termasuk 17 anak-anak, terpaksa mengungsi.
Pada bulan Juli dan Agustus, 27 bangunan disita tanpa peringatan di Area C. Selain itu, dalam enam insiden terpisah di komunitas Area C Al-Abaidiya, Umm Qussa, dan al-Jwaya, semuanya di Distrik Hebron, dan di Al-Sawiya dan Huwwara, yang berada di distrik Nablus, otoritas Israel menghancurkan total 9 bangunan. Hal ini mengakibatkan 6 kepala keluarga mengungsi, yang semuanya terdiri atas 26 orang, termasuk 10 anak-anak. Sebanyak 210 bangunan milik warga Palestina telah dihancurkan berdasarkan perintah ini sejak mulai berlaku pada Juli 2019.
Selama delapan bulan pertama tahun 2022, total 590 bangunan telah dihancurkan atau disita, dan 707 orang mengungsi. Kekhawatiran serius terus menghantui puluhan ribu warga Palestina yang menanggung ketakutan dan ketidakamanan karena perintah pembongkaran besar yang dapat dieksekusi kapan saja, kata OCHA.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







