Juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, Ashraf Al-Qudra, mengatakan pada Kamis (18/1) bahwa Kementerian telah mencatat ratusan kasus keguguran dan kelahiran prematur, sebagai akibat dari stres, kepanikan, dan pengungsian paksa akibat pengeboman brutal Israel.
Al-Qudra mengatakan kepada wartawan di depan Rumah Sakit Bersalin Tal al-Sultan di Rafah, Gaza selatan, bahwa “kurangnya layanan kesehatan di tempat-tempat pengungsian dan sulitnya mencapai rumah sakit membuat kehidupan sekitar 60.000 perempuan hamil menghadapi risiko komplikasi kehamilan.
Selain itu, al-Qudra juga meminta semua pihak internasional untuk membangun mekanisme baru yang efektif yang menjamin aliran bantuan medis sesuai dengan kebutuhan serta meminta Mesir dan negara-negara Arab untuk menemukan mekanisme baru untuk memastikan evakuasi terhadap lebih dari 6.500 orang yang terluka dengan kondisi mendesak untuk mendapat perawatan lanjutan.
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








