Dalam laporan bulanan tentang situasi kebebasan pers pada Agustus 2022, Journalist Support Committee mencatat lebih dari 119 pelanggaran terhadap kebebasan media dan jurnalis, termasuk 66 pelanggaran Israel dan 7 pelanggaran oleh Otoritas Palestina di Tepi Barat. Komite juga mencatat lebih dari 56 kasus pelanggaran oleh perusahaan media sosial yang bermaksud menghilangkan konten Palestina dan menghapus kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina.
Di antara pelanggaran Israel terhadap kebebasan pers adalah penangkapan 4 jurnalis, yairu Nidal Abu Aker, Mahmoud Abu al-Hassan, Ibrahim Abu Safiya, dan Dina Jaradat, yang semuanya masih ditawan. Israel juga menahan 5 jurnalis, yaitu Muhammad Asho, Ahmed Al-Garabli, Raja’i Al-Khatib, Ayman Qawariq, dan seorang jurnalis lainnya, di sebuah pos pemeriksaan dekat desa Masafer Yatta.
Dalam 10 kasus, Israel juga mengeluarkan kebijakan pembaruan penahanan administratif, penundaan persidangan, dan pengukuhan penahanan. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa lebih dari 13 jurnalis dan awak media diserang dan dilukai oleh tentara Israel dengan menggunakan peluru logam, bom gas beracun, bom suara, gas merica, cicak, pemukulan dengan tongkat dan senapan. Salah satu di antaranya adalah jurnalis Nahid Abu Harbid yang menderita luka dan memar di kaki kirinya akibat pengeboman pesawat tempur Israel selama agresi 3 hari di rumahnya di kota Beit Hanoun di Jalur Gaza utara.
Komite mencatat kasus ancaman dan intimidasi oleh sniper Israel, yaitu penembakan 3 peluru ke markas stasiun radio Shabab FM di Kota Nablus selama liputan agresi di Kota Tua. Mereka berupaya menargetkan pekerja di radio dengan mengintimidasi dan mengancam mereka untuk menghentikan siaran radio.
Sementara itu, perusahaan media sosial dan otoritas penjajah meluncurkan kampanye digital terhadap berita dan narasi Palestina sehingga puluhan akun jurnalis dan aktivis Palestina dibatasi, di antaranya adalah 56 website dan akun. Facebook menghapus dan menutup 45 akun jurnalis, satu laman situs berita, 5 akun Instagram jurnalis, 4 akun WhatsApp, dan 1 akun Tik Tok.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







