Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan kasus gagal ginjal akut misterius. Dalam dua bulan terakhir, terjadi lonjakan kasus sampai kisaran 100 anak yang mengidap gagal ginjal akut yang belum diketahui penyebabnya. Dari 131 pasien yang dilaporkan, kebanyakan membutuhkan cuci darah.
Sekretaris Unit Kerja Koordinasi Nefrologi IDAI dr Eka Laksmi Hidayati, SpA(K) mengatakan anak-anak yang terinfeksi penyakit tersebut mengalami gangguan buang air kecil dalam tiga sampai lima hari. Hingga kini, pasien gagal ginjal akut misterius pada anak umumnya berusia di bawah lima tahun (balita). Namun, ada juga yang mencapai usia delapan tahun.
Kasus gagal ginjal akut misterius ini disebut sudah ada sejak Januari, namun mulai melonjak pada periode Agustus dan September. Dokter Eka menjelaskan, gejala gagal ginjal akut secara misterius pada anak dimulai dengan infeksi seperti batuk-pilek. Secara teoritis, infeksi tersebut seharusnya tidak memicu cedera ginjal akut (AKI) atau gagal ginjal akut. Namun pada kasus-kasus ini, anak mengalami perburukan gejala berupa gangguan buang air kecil hanya dalam hitungan tiga hingga lima hari.
“Diawali dengan gejala infeksi seperti batuk-pilek, atau diare dan muntah. Infeksi tersebut tidak berat. Bukan tipikal infeksi yang kemudian harusnya menyebabkan AKI secara teoritis kami pelajari di kedokteran. Itulah yang membuat kami heran,” terang dr Eka dalam konferensi pers virtual ‘Gagal Ginjal Akut Misterius pada Anak’, Selasa (11/10).
“Setelah beberapa hari timbul diare atau muntah, diikuti demam, kemudian dalam tiga sampai lima hari mendadak tidak ada urinnya. Jadi tidak bisa buang air kecil, betul-betul hilang sama sekali buang air kecilnya. Jadi, anak-anak ini hampir semuanya datang dengan keluhan tidak bisa buang air kecil, atau buang air kecilnya sangat sedikit,” sambungnya.
Penyakit ini berkembang dengan sangat cepat, mendadak, dan kondisi perburukan yang juga lebih cepat dari biasanya. Hal inilah yang membuatnya disebut sebagai ‘penyakit ginjal misterius’. Secara medis, penyakit ini dikenal dengan istilah gangguan ginjal akut progresif atipikal. Penyakit ini merupakan kondisi adanya gangguan yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara tiba-tiba.
Dokter spesialis anak dr Henny Adriani, SpA(K) menjelaskan secara umum, terdapat tiga penyebab gangguan ginjal akut tersebut. Pertama, penyebab fungsional, “misalnya dia diare, atau anaknya nggak mau minum, atau demam, dia kekurangan cairan.” Kedua, terdapat infeksi, “entah dia mengidap DBD, atau dia ada infeksi berat, sehingga aliran darah ke ginjal tidak baik. Bisa juga disebabkan oleh penyakit lain, seperti gagal jantung, penyakit jantung bawaan, dan lain-lain. Paling sering itu kekurangan cairan,” tuturnya lagi.
Ketiga, terdapat sumbatan atau mengalami kecelakaan, “Beberapa anak mengalami kelainan bawaan sejak lahir. Saluran kemihnya tidak lancar, sehingga jumlah pipisnya tidak lancar. Ada juga yang lain seperti kecelakaan jadi ada kerusakan di saluran kemihnya,” ucapnya lagi.
Dokter Henny juga menduga, penyakit ginjal misterius ini berhubungan dengan Covid-19. Namun demikian, belum diketahui dengan pasti hubungan apa yang terjadi antara kedua penyakit ini. Pada dasarnya, anak-anak belum memiliki antibodi Covid-19. Apalagi untuk anak di bawah usia 6 tahun yang belum diperbolehkan mendapatkan vaksin Covid-19. Terkecuali, anak-anak yang pernah terinfeksi SARS-CoV-2 sebelumnya. Namun, berdasarkan temuan sejauh ini, anak-anak yang mengalami penyakit ginjal misterius terbukti pernah terinfeksi Covid-19.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








