Sejumlah orang tua Yahudi mencegah tiga orang pengasuh Palestina yang hendak memasuki pusat penitipan anak tempat mereka bekerja karena identitas Palestina mereka. Direktur pusat penitipan anak di Holon, pinggiran kota Tel Aviv, yang dijalankan oleh organisasi perempuan “Na’amat” merasa terancam oleh kehadiran orang tua Yahudi tersebut dan menekan tombol panik darurat. Tiga perempuan pengasuh dari Al-Quds (Yerusalem) itu akhirnya pulang dan mengatakan bahwa mereka tidak akan kembali bekerja di sana.
“Ini memalukan dan mendiskriminasi,” kata Ketua Nasional Na’amat, Hagit Pe’er. “Kami akan melindungi hak semua karyawan kami untuk bekerja tanpa memandang latar belakang atau agama mereka.” Staf di pusat penitipan anak mengutuk perilaku sejumlah orang tua Yahudi tersebut dan mengatakan bahwa mereka akan melakukan protes terhadap “rasa malu, aib, dan rasisme” ini.
Para orang tua Yahudi berkumpul dan mencegah para pengasuh Palestina memasuki pusat penitipan anak setelah seorang ibu mengeluh di laman Facebook Kota Holon, mengatakan bahwa pengasuh baru tidak berbicara bahasa Ibrani. Ia juga mengklaim bahwa pengasuh tidak terakreditasi, dievaluasi, dan keluarga belum diberitahu bahwa perempuan Arab telah dipekerjakan.
“Setiap hari, kami menerima karyawan baru dan kami tidak memberi tahu orang tua kapan karyawan baru mulai bekerja dan apa statusnya,” kata Pe’er. “Insiden ini adalah rasisme. Kami tidak akan menerima tindakan seperti itu dengan cara apa pun.”
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







