JAKARTA-Penjajahan di Palestina telah merenggut segala hal dari penduduknya, mulai dari nyawa, harta benda, hingga suara anak-anak. Pada dasarnya, anak-anak Palestina tidaklah bisu, namun mereka tidak sanggup lagi mengeluarkan kata akibat trauma. Namun, kini Sahabat Adara bersama Adara Relief International telah hadir untuk membantu mereka. Pada 23 Oktober 2025, Sahabat Adara bersama Adara Relief International menyalurkan bantuan terapi wicara dan motorik untuk 74 anak Palestina di Tyre, Saida, Beirut, Lebanon Utara.

Seorang terapis wicara, Heba Haidar, seorang spesialis gangguan bahasa dan menelan, mengatakan bahwa laporan dari UNICEF dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengonfirmasi kasus-kasus kegagapan dan kehilangan bicara yang terkait langsung dengan paparan serangan Israel. Serangan, pengusiran, dan kondisi yang buruk di pengungsian telah menimbun trauma pada anak-anak, membuat mereka berhenti untuk berbicara.
Anak-anak Palestina yang tidak bersuara ini bukanlah anak yang terlahir bisu. Mereka adalah anak-anak yang tetap memilih diam, meskipun pita suaranya sama sekali tidak rusak. Sebab, diam adalah satu-satunya bahasa yang tersisa bagi mereka, setelah menyadari bahwa jerit tangis dan teriakan ketakutan tidak pernah bisa membebaskan mereka dari serangan dan pengusiran oleh Israel.

Terdorong oleh rasa rindu untuk mendengar suara dan tawa ceria anak-anak Palestina, pada 23 Oktober 2025, Sahabat Adara bersama Adara Relief International menyalurkan bantuan terapi wicara dan motorik untuk anak-anak Palestina di Tyre, Saida, Beirut, Lebanon Utara. Terapi ini menargetkan 74 anak dan akan berlangsung dalam jangka waktu tiga bulan.



Terima kasih Sahabat Adara, bantuan darimu bukan hanya membantu mengembalikan suara anak-anak Palestina, tetapi juga mengembalikan lagi masa kecil mereka yang direnggut paksa. Semoga dengan kembalinya suara mereka, anak-anak Palestina akan kembali mampu untuk tertawa, bercanda, dan berkembang sesuai usianya.








