• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Ramadan di Palestina: Mesaharati, Para Penabuh Genderang yang Membangunkan Sahur

by Adara Relief International
Juni 10, 2022
in Artikel
Reading Time: 6 mins read
0 0
0
Ramadan di Palestina: Mesaharati, Para Penabuh Genderang yang Membangunkan Sahur

Mesaharati berjalan-jalan di Kota Tua, membangunkan penduduk untuk sahur.

39
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Saat Ramadhan berada di ambang pintu, orang-orang Palestina mulai membanjiri masjid-masjid untuk salat dan bertafakur. Anak-anak turun ke jalan memegang berbagai jenis lentera, menebarkan kegembiraan di lingkungan sekitar.

Menjelang sahur, Mesaharati (orang yang membangunkan sahur) akan berkeliling di jalan-jalan kota dan desa Palestina, menabuh genderang mereka, membacakan syair-syair, doa-doa, dan menyanyikan lagu-lagu Ramadan, khusus membangunkan umat Islam untuk sahur sebelum puasa pada hari itu.

Bahaa Najib, seorang Mesaharati di Al-Quds (Yerusalem), akan memulai panggilan dari di Bab Hutta, kawasan Muslim di jantung Kota Tua Al-Quds. Dari sana, ia akan berkeliling melewati jalan-jalan yang didekorasi di lingkungan itu, yang terletak hanya beberapa langkah dari masjid Al-Aqsa. “Wahai orang-orang yang tidur, bangunlah dan berdoalah kepada Allah,” ujarnya.

Asal-usul Mesaharati, bagaimanapun, diperdebatkan. Ada yang beranggapan bahwa Mesaharati muncul sejak zaman Nabi Muhammad saw, dengan Bilal bin Rabah sebagai Mesaharati pertama dalam sejarah Islam karena ia biasa berkeliling pada malam-malam Ramadan untuk membangunkan orang.[1]

Sejarawan Abdelmajid Abdul Aziz mengatakan bahwa Mesaharati pertama kali muncul pada masa Dinasti Fatimiyah di Mesir. Masa tersebut dapat dikatakan sebagai periode yang menandai perayaan paling dekoratif untuk memeriahkan Ramadan. Sementara itu, menurut sejarawan Mesir abad ke-15 Mohammed bin Iyas, profesi Mesaharati dimulai pada zaman Khalifah al-Hakim Bi’amrillah, yang memerintahkan warganya untuk segera tidur setelah shalat Tarawih. Khalifah Al-Hakim kemudian akan mengirim tentaranya pada dini hari, mengetuk pintu untuk membangunkan sahur.[2]

Pada awalnya, Mesaharati biasa mengetuk pintu-pintu rumah untuk membangunkan para penghuninya. Seiring berjalannya waktu, Mesaharati akan menggunakan baju tradisional dan menabuh genderang khusus yang disebut baza, sambil bersyair atau bernyanyi, karena ini adalah cara yang lebih meriah untuk membangunkan orang. Di sekelilingnya, anak-anak akan berkumpul mengikutinya sambil membawa lentera Ramadan (fanous).[3]

“Mesaharati memasukkan puisi tentang Yerusalem, tentang sejarah serta ketahanannya yang hebat. Juga pesan Umar Ibn Al-Khattab ra. yang mendorong gelombang perlawanan Arab seumpama gelombang laut, meski tinggi atau rendah, ia selalu ada, ” ujar Amin Haddad, seorang penyair Arab.[4]

Baca Juga

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Ilustrasi Mesaharati yang diikuti oleh anak-anak.
(Sumber: https://www.arabnews.com/node/387195)

Di Kota Akka, Palestina, Michael Ayoub, menjalani hari-hari ketika Ramadan sebagai Mesaharati. Sekalipun ia seorang Kristen, ia tidak merasa ada kontradiksi ketika menjalani profesi sebagai Mesaharati, Karena baginya, ia dan warga di sekitarnya merupakan keluarga yang lahir dari rahim tanah air yang sama.

Ayoub mengenakan pakaian tradisional Levantina (Syam) saat membangunkan sahur. Sebuah keffiyeh tersampir di bahunya, celana sirwal baggy khas Arab dilingkarkan di pinggang dengan ikat pinggang bersulam, sementara sorban hitam-putih diikatkan di kepalanya. Suaranya lantang melantunkan syair, menembus kesunyian jalan-jalan kosong yang dihiasi dengan lampu warna-warni tradisional untuk menyambut Ramadan.[5]

“Wahai yang sedang tidur, datangilah satu Tuhan yang abadi,” teriaknya.

Rumah-rumah mulai menyala satu per satu. Beberapa menjulurkan kepala ke luar jendela untuk menyambutnya dan mengatakan kepadanya bahwa mereka telah mendengar panggilan itu.

Michael Ayoub menyalami seorang ibu yang berterima kasih karena telah membangunkannya.
(Sumber: timesofisrel.com)

Sementara itu, di Gaza, orang-orang mengenal “Trio Mesaharati” sebagai penabuh baza (genderang) yang memeriahkan atmosfer Ramadan saat menjelang sahur. Tiga pemuda Gaza ini berusaha melestarikan tradisi Mesaharati di Palestina yang telah hidup selama ratusan tahun. Mereka berkeliling sambil memanggil penduduk, “Wahai Abu Ahmad, pujilah Allah dan bangunlah untuk sahur! Wahai Abu Abid, Abu Hatim, Abu Amar, Abu Sya’ban, Abu Said, semuanya, ayo bangun!” Mereka lalu menyanyi sambil menabuh baza, “Wahai hamba Allah, bangunlah untuk sahur yang di dalamnya terdapat keberkahan untukmu. Ramadan sungguh mulia, dan Tuhanmu Maha Pengampun.” Trio ini akan melanjutkan perjalanannya saat mereka melihat cukup banyak lampu yang telah menyala dari rumah-rumah di lingkungan sekitar. Di antara warga kemudian membuka jendela, melambaikan tangan, dan berterima kasih kepada Mereka.

Trio Mesaharati di Gaza
Sumber: https://www.middleeasteye.net/video/gazas-ramadan-mesaharatis

Mesaharati, sejak dulu hingga kini, hidup dan menjadi jiwa di negara-negara Arab sepanjang  Ramadan, termasuk di Palestina. Pada masa kekhalifahan, Mesaharti dianggap sebuah profesi dan oleh karenanya pemerintah memberi gaji kepada mereka. Kini, Mesaharati adalah bagian dari tradisi. Mereka tidak lagi digaji negara, tetapi warga yang mendapat manfaat dari keberadaan Mesaharati, akan mengumpulkan uang dan hadiah untuk kemudian diberikan kepada Mesaharati saat menjelang Idulfitri.

Orang-orang Palestina, baik muslim maupun Kristen, berusaha memelihara tradisi ini, terlepas dari kekerasan yang sedang berlangsung dan kehadiran militer Israel di sana. Mesaharati di Al-Quds, mengalami penangkapan sejak 2018, dengan tuduhan menyebabkan kebisingan.

Berdasarkan laporan Middle East Monitor pada 2020, Arin Zaanin, seorang Mesaharati Al-Quds yang merupakan warga Wadi Al-Joz dekat Masjid Al-Aqsa, diancam oleh pasukan keamanan Israel akan didenda dan ditangkap jika ditemukan berkeliaran. Hal tersebut merupakan salah satu upaya Israel untuk mengakhiri kehadiran Palestina di Al-Quds melalui serangan terhadap budaya mereka.[6]

Namun, seberat apa pun situasi Ramadan yang dihadapi, bagi orang Palestina, Ramadan tetaplah menyimpan keberkahan yang tidak terbilang. Mereka menyambut dan mengisi Ramadan dengan semangat dan suka cita, menjaga Al-Aqsa dan masjid-masjid lainnya, menghiasi jalan- dengan bendera dan lentera warna-warni dalam suasana yang ceria. Sementara itu, Mesaharati tetap akan bertahan dari gerusan zaman, memanggil jiwa-jiwa, yang tertidur, membangunkan untuk sahur, menyambut fajar dengan syukur dan sabar. Sabbahak Allah bi ridha wa na’im—semoga Allah membangunkanmu dalam keridaan dan kenikmatan. (LMS)

 

[1] https://www.arabnews.com/node/387195

[2] https://www.arabnews.com/node/1493021/amp

[3] Op. Cit.

[4] https://eng.majalla.com/node/129591/culturemesaharati-arab-world

[5] https://www.middleeasteye.net/news/tambourine-hand-christian-wakes-muslims-ramadan

[6] http://3.109.176.205/uncategorized/palestinian-dawn-drummer-threatened-with-fine-and-arrest-by-israeli-soldiers/?amp=1

 

Referensi:

https://www.arabnews.com/node/1493021/amp

https://www.arabnews.com/node/387195

https://dailynewsegypt.com/2018/05/24/ramadan-in-palestine/

https://eng.majalla.com/node/129591/culturemesaharati-arab-world

https://gulflife.online/mesaharati-comes-calling/

https://yourmiddleeast.com/2015/07/25/night-journey-with-baha-a-young-mesaharati-from-jerusalem-photos/

https://www.middleeasteye.net/news/tambourine-hand-christian-wakes-muslims-ramadan

https://www.middleeasteye.net/video/gazas-ramadan-mesaharatis

https://www.timesofisrael.com/tambourine-in-hand-a-christian-wakes-up-acres-muslims-for-ramadan/

https://www.youtube.com/watch?v=rlQBLFeuuBg

http://3.109.176.205/uncategorized/palestinian-dawn-drummer-threatened-with-fine-and-arrest-by-israeli-soldiers/?amp=1

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.

Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Donasi

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

Tags: ArtikelPalestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Tentara Israel Menyerang Jamaah Palestina di Al-Quds

Next Post

Palestina dalam Gambar, Maret 2022

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
23

“Harapan hanya dapat dibunuh oleh kematian jiwa, dan seni adalah jiwaku — ia tidak akan mati.” Kalimat tersebut disampaikan oleh...

Read moreDetails
Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Januari 19, 2026
20
Kubah As-Sakhrah pada Senja hari. Sumber: Islamic Relief

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

Januari 19, 2026
25
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Januari 14, 2026
25
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
110
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Next Post
Palestina dalam Gambar, Maret 2022

Palestina dalam Gambar, Maret 2022

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630