Perkiraan jumlah anak (di bawah 18 tahun) di Palestina mencapai 2,39 juta pada pertengahan 2023, dengan rincinan 1,22 juta laki-laki dan 1,17 juta perempuan. Anak-anak di Palestina mewakili sekitar 44% dari total populasi (41% di Tepi Barat, dan 47% di Jalur Gaza), kata Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS) pada Selasa (4/4), menyoroti situasi anak-anak Palestina pada kesempatan Hari Anak Palestina, yang bertepatan pada Rabu (5/4).
Data menunjukkan bahwa terjadi penurunan persentase pernikahan dini (di bawah usia 18 tahun) untuk kedua jenis kelamin, mencapai sekitar 12% dari total jumlah pernikahan yang tercatat di kalangan perempuan pada 2021 (6% di Tepi Barat dan 19 % di Jalur Gaza) dibandingkan dengan 24% pada tahun 2010. Sedangkan persentase pernikahan dini pada laki-laki di bawah usia 18 tahun mencapai 0,4% dari total jumlah pernikahan yang tercatat pada tahun 2021 dibandingkan dengan 2% pada tahun 2010.
PCBS mengatakan pelanggaran Israel terhadap anak-anak Palestina masih terus berlanjut. Sebanyak 150 anak ditawan di penjara Israel dan 56 anak dibunuh pada 2022. Jumlah siswa sekolah tahun akademik 2022/2023 di Palestina mencapai sekitar 1,388 juta siswa, sebanyak 1,116 juta siswa di tingkat SD (51% laki-laki dan 49% perempuan), dan 272.000 siswa di tingkat menengah (45 % laki-laki dan 55% perempuan).
Data menunjukkan bahwa persentase anak yang dipekerjakan (dibayar atau tidak dibayar) mencapai sekitar 3% dari total jumlah anak (10–17 tahun) pada 2022, 5% di Tepi Barat dan 1% di Jalur Gaza (6% anak laki-laki dan 0,3% anak perempuan). Selain itu, persentase anak yang bersekolah dan terlibat dalam pasar tenaga kerja mencapai 1% (2% di Tepi Barat dan 0,4% di Jalur Gaza). Untuk distribusi jenis kelamin, persentasenya adalah 2% pada anak laki-laki dan 0,2% pada anak perempuan pada tahun 2022. Pada saat yang sama, 53% anak (10–17 tahun) yang bekerja di Palestina adalah pekerja upahan, dan persentase mereka yang bekerja sebagai anggota keluarga tidak dibayar mencapai 37%.
Sekitar sembilan dari 10 anak (89%) dalam kelompok usia (10–17 tahun) menggunakan Internet, 94% di Tepi Barat dan 82% di Jalur Gaza. Persentase ini sama untuk anak laki-laki dan perempuan, mencapai sekitar 89% pada tahun 2022. Sekitar empat dari 10 anak (39%) dalam kelompok usia (10–17 tahun) memiliki ponsel, 54% di Tepi Barat dan 19% di Jalur Gaza. Pada tingkat gender, rasionya adalah 44% untuk laki-laki dibandingkan dengan 34% untuk perempuan pada tahun 2022.
Sekitar 10% anak (12–17 tahun) di Palestina terpapar bentuk kekerasan elektronik melalui media sosial (11% di Tepi Barat dan 9% di Jalur Gaza) pada tahun 2019. Sekitar 3% anak (12–17 tahun) terpapar kekerasan melalui komunikasi (yaitu ancaman, pemerasan/pemerasan, atau pelecehan terhadap berbagai orang atau pihak melalui telepon atau pesan) di Palestina (3% di Tepi Barat, 2% di Jalur Gaza) selama tahun 2019.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








