Puluhan pemuda Palestina menandatangani spanduk yang membuktikan hak Palestina atas tanah yang dirampas. Hal Ini dilakukan selama stand yang diselenggarakan oleh Pusat Inisiatif Strategis “Palestina-Malaysia” untuk memperingati 46 tahun Hari Tanah Palestina di halaman Universitas Islam di Kota Gaza. Direktur Pusat Inisiatif Strategis, Ibrahim Al-Zaim, mengatakan “Rakyat Palestina, terlepas dari semua yang telah mereka lalui dalam hal pemindahan, pencurian tanah, dan penderitaan setiap hari oleh pendudukan Israel, mereka tidak pernah kehilangan hak atas tanah mereka.”
Dewan mahasiswa di universitas tersebut menekankan bahwa hak untuk kembali adalah salah satu konstanta perjuangan Palestina dan tidak dapat diabaikan. Para mahasiswa melakukan protes dengan cara menulis di spanduk yang menekankan pengembalian hak, berpegang teguh pada tanah, dan terus melanjutkan perjuangan sampai kemenangan dan kebebasan Palestina.
Spanduk tersebut terpajang di Rashad Al Shawa Center selama pagelaran operet dan pameran seni yang diselenggarakan oleh Pusat Kebudayaan Malaysia yang bekerja sama dengan Asosiasi Seniman Palestina serta Kementerian Urusan Tawanan dan Mantan Narapidana di Gaza.
Palestina memilih tanggal 30 Maret sebagai Hari Tanah Palestina setelah wafatnya 6 orang Palestina, akibat ditembak pendudukan Israel pada 1976 saat sedang berdemonstrasi memprotes perampasan ratusan dunam tanah Palestina oleh Israel.
Sumber :
https://www.middleeasteye.net/news/palestine-israel-land-day-protests-killing
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







