Palestina memperingatkan meningkatnya hasutan dari kelompok pemukim ekstremis Yahudi yang menyerukan penghancuran Masjid Al-Aqsa di Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur) yang diduduki. Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk peredaran video AI berjudul Next Year in Jerusalem yang menunjukkan pengeboman terhadap Masjid Al-Aqsa dan digantikan dengan apa yang disebut sebagai Kuil Ketiga. Video tersebut dianggap sebagai provokasi sistematis yang mendorong eskalasi serangan terhadap situs-situs suci Islam dan Kristen.
Kementerian menegaskan bahwa kepemimpinan ekstrem kanan Israel merasa kian percaya diri menjalankan agenda penjajahan dan yahudisasi, di tengah lemahnya respons internasional terhadap kejahatan genosida yang berlangsung, terutama di Gaza. Palestina mendesak komunitas internasional dan PBB untuk menindak tegas provokasi ini secara hukum.
Sementara itu, pada Ahad pagi dan sore, puluhan pemukim ekstremis Yahudi menyerbu Masjid Al-Aqsa melalui Gerbang Maghariba di bawah perlindungan polisi Israel. Mereka melakukan tur provokatif, tarian, dan doa-doa Talmud di pelataran masjid, sementara akses jemaah Muslim sangat dibatasi oleh aparat.
Pelanggaran terhadap tempat suci tidak hanya menimpa umat Islam. Sehari sebelumnya, polisi Israel mebagianncegah umat Kristen Palestina memasuki Gereja Makam Kudus untuk mengikuti perayaan Holy Saturday. Bahkan, Duta Vatikan untuk Palestina, Uskup Agung Adolfo Tito Yllana, ditolak masuk ke gereja meskipun berstatus diplomatik. Sejumlah jemaat Kristen juga mengalami kekerasan dan penangkapan sewenang-wenang.
Pelanggaran ini merupakan dari upaya sistematis untuk mengubah status historis dan keagamaan situs-situs suci di Al-Quds (Yerusalem) yang selama ini berada di bawah pengawasan Waqf Islam dan merupakan tempat ibadah eksklusif bagi Muslim sejak sebelum pendudukan Israel tahun 1967.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








