• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Minggu, Februari 1, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Potret Anak-Anak Palestina dan Semangat Mereka untuk Menuntut Ilmu di Tengah Gempuran Yahudinisasi

by Adara Relief International
September 23, 2023
in Artikel, Sorotan
Reading Time: 7 mins read
0 0
0
Potret Anak-Anak Palestina dan Semangat Mereka untuk Menuntut Ilmu di Tengah Gempuran Yahudinisasi
311
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Apa memori masa kecil yang tersimpan di benak kalian saat hari pertama masuk sekolah? Rasa antusias saat bertemu teman-teman setelah libur, memakai seragam dan atribut sekolah baru, membeli kebutuhan peralatan sekolah yang unik dan lucu, atau mungkin rasa khawatir saat menghadapi fase baru dalam dunia pendidikan? Bisa jadi kita semua pernah mengalami hal-hal tersebut saat masa sekolah, sebab tahun ajaran baru di Indonesia selalu memiliki “warna” tersendiri. Biasanya toko-toko yang menjual buku dan peralatan sekolah akan menggelar diskon khusus, lembaga-lembaga bimbingan belajar mulai menggencarkan promosi, dan keluarga yang memiliki anak usia sekolah juga antusias mengantarkan sang anak menuju sekolah untuk pertama kalinya.

Tapi di Palestina, sepertinya memori tahun ajaran baru yang tersimpan di benak anak-anak sangat berbeda. Mereka tidak terlepas dari ancaman tembakan dan gas air mata, hanya karena mereka ingin menimba ilmu di sekolah. Waktu berangkat dan pulang sekolah menjadi sesuatu yang menakutkan, sebab mereka harus berhadapan dengan pos pemeriksaan atau pemukim jahil yang sering mengejar dan menyerang mereka tanpa sebab. Orang tua yang melepas anak-anak mereka pergi ke sekolah pun seakan harus bersiap dengan segala kemungkinan, sebab bisa jadi itu adalah momen terakhir mereka bisa melihat sang anak.

Tahun Ajaran Baru pada Tahun Paling Mematikan

Bulan Agustus lalu, lebih dari 1,3 juga anak Palestina di Tepi Barat, Al-Quds (Yerusalem) Timur, dan Jalur Gaza telah memasuki tahun ajaran baru. Namun, tahun ini menjadi tantangan tersendiri bagi siswa-siswi Palestina karena banyaknya gejolak yang terjadi sejak awal tahun, ujar Lynn Hastings, Koordinator PBB di Wilayah Palestina.

Bagaimana tidak, pada paruh pertama tahun 2023, PBB telah mencatat lebih dari 423 pelanggaran yang menargetkan anak-anak. Pelanggaran-pelanggaran tersebut mencakup penembakan sekolah atau siswa, penghancuran gedung sekolah, penghadangan siswa di pos pemeriksaan, gangguan dan pelecehan oleh pemukim, serta pelanggaran-pelanggaran lainnya. Akibat hal ini, sebanyak 50.000 anak Palestina terkena dampak yang mengganggu mereka secara fisik maupun psikologis, yang tentunya sangat memengaruhi mereka saat menjalani proses belajar di sekolah.

Hastings mengatakan, “Sekolah harus menjadi tempat bagi anak-anak untuk belajar, berkembang, dan dilindungi. Di sinilah generasi muda didorong untuk bertanya, mengeksplorasi, dan mengembangkan potensi mereka sepenuhnya. Namun, bagi anak-anak di wilayah Palestina yang dijajah, 2023 merupakan tahun yang sangat buruk.“

“Anak-anak kehilangan waktu belajar selama berminggu-minggu pada tahun ini akibat serangan terhadap UNRWA dan guru sekolah negeri di Tepi Barat, eskalasi kekerasan pada bulan Mei di Gaza, dan operasi pasukan Israel di kamp pengungsi Palestina di Tepi Barat,” lanjutnya. “Semakin lama anak-anak kehilangan pendidikan, semakin sulit untuk memberikan kompensasi dan mengganti kerugian tersebut; semua komunitas akan merasakan dampaknya.”

“Pada kenyataannya, keadaan menjadi lebih buruk,” tambah Koordinator Kemanusiaan PBB tersebut. “Sejak awal tahun ini, 42 anak Palestina telah dibunuh; 35 di Tepi Barat, termasuk di Al-Quds (Yerusalem) Timur, dan tujuh lainnya di Jalur Gaza. Di Tepi Barat, jumlah total anak-anak Palestina yang terbunuh tahun ini hampir sama dengan jumlah anak-anak yang terbunuh sepanjang tahun 2022.”

Pernyataan tersebut bukanlah mengada-ada, berikut adalah fakta kondisi tahun ajaran baru di beberapa kota di Palestina:

Al-Quds (Yerusalem)

Di Al-Quds (Yerusalem), anak-anak dengan semangat berbaris di lapangan pada hari pertama tahun ajaran baru, meskipun mereka harus menghadapi rintangan yang tidak mudah setiap pagi saat berangkat sekolah. Para siswa di Al-Quds (Yerusalem), terutama yang bersekolah di dekat kawasan Masjid Al-Aqsa, hampir setiap hari berhadapan dengan pasukan Israel yang menghadang mereka. Pasukan Israel seringkali menggeledah tas mereka, bahkan baru-baru ini menyita buku pelajaran dan barang-barang mereka yang terdapat simbol Palestina seperti bendera, peta, atau kunci.

(Sumber: https://twitter.com/QudsNen/status/1693353844149731623?t=ywA0HB1FOv9cwZfv9_C0MQ&s=19

https://twitter.com/QudsNen/status/1693279632122872108?t=ePfnGQDOD7wCtwpofDYYIw&s=19)

Jeeb Al-Deeb

Di Jeeb Al-Deeb, anak-anak terpaksa belajar di lapangan terbuka karena sekolah mereka dihancurkan. Namun demikian, para siswa tetap terlihat antusias untuk bersekolah. Selain itu, guru-guru yang mendampingi mereka juga tidak mengenal kata menyerah untuk mendampingi proses belajar anak-anak, meskipun mereka harus mengajar di ruang terbuka karena tidak mempunyai pilihan lain. Di dalam foto berikut ini, anak-anak sedang menjalani proses penyambutan siswa baru. Anak-anak tersebut mendengarkan instruksi dari guru mereka kemudian dilanjutkan dengan belajar di pinggir jalan, beralaskan batu dan tanah.

(Sumber: https://twitter.com/QudsNen/status/1693188251610198206?t=HL7jfY3Om6K0AG_M2LydPg&s=19)

Masafer Yatta

Di Masafer Yatta, anak-anak Palestina juga terpaksa belajar di lapangan dengan batu sebagai kursinya. Hal ini disebabkan banyak sekolah di Masafer Yatta telah dihancurkan oleh pasukan Israel, dan sekolah-sekolah yang masih berdiri juga telah diancam akan dihancurkan juga. Jika itu terjadi, maka anak-anak di Masafer Yatta bisa jadi akan kehilangan akses pendidikan, atau terpaksa belajar di ruang terbuka terus-menerus seperti yang terjadi saat ini. Akan tetapi, terlepas dari berbagai kesulitan yang dihadapi, anak-anak Palestina di Masafer Yatta tetap semangat dalam belajar. Di bawah teriknya matahari, dengan batu dan tanah sebagai kursinya, anak-anak ini tetap terlihat antusias membaca buku pelajaran sekolah mereka bersama teman-teman.

Baca Juga

Masjid Ibrahimi: Proyek Yahudisasi dan Penghapusan Paksa Identitas Islam di Seluruh Bagiannya

Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

(Sumber: https://twitter.com/QudsNen/status/1693148456007721192?t=QI6dCMyQD1hYb7jNeYN6eQ&s=19)

Qalqilya

Di Qalqilya, kondisi fasilitas pendidikan masih lebih baik dibanding Masafer Yatta. Di kota ini, anak-anak Palestina masih bisa belajar di gedung sekolah dan memiliki ruangan kelas, meskipun tidak terlalu besar. Dengan fasilitas sekolah yang masih cukup baik, anak-anak di Qalqilya bisa mengikuti proses tahun ajaran baru dengan baik dan bersekolah di ruangan kelas seperti anak-anak pada umumnya.

(Sumber: https://twitter.com/QudsNen/status/1693275032724672750?t=SB_6fin5_uG227uJKOoXPQ&s=19)

Nablus

Di Nablus, anak-anak Palestina terlihat berjalan kaki bersama-sama pada hari pertama sekolah. Siswa Palestina di Nablus juga cukup beruntung karena masih memiliki gedung sekolah untuk belajar, meskipun gedung sekolah mereka sederhana dan terlihat sudah cukup tua. Meskipun demikian, siswa dari berbagai usia di Nablus tetap terlihat bersemangat untuk melakukan perjalanan ke sekolah bersama teman-teman mereka untuk menuntut ilmu bersama.

(Sumber: https://twitter.com/QudsNen/status/1693187165302264035?t=6SfSqUl7DI8c9egxgaf__g&s=19)

Hebron

Di Hebron, gedung sekolah tempat anak-anak Palestina belajar memiliki bentuk yang agak unik karena berupa bangunan besi yang dikelilingi jeruji. Sekilas terlihat seperti penjara, tetapi hanya tempat inilah yang mereka punya dan bisa digunakan untuk proses belajar-mengajar. Meski tampak seperti penjara, di gedung sekolah inilah logika dan pemikiran anak-anak Palestina dibebaskan untuk berkelana, sebab seperti anak-anak lainnya di seluruh dunia, mereka juga berhak memiliki mimpi dan cita-cita untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya.

(Sumber: https://twitter.com/QudsNen/status/1693173480202666448?t=PFG7wnE_qMwLu_Q77gp8tw&s=19)

Yahudinisasi Pendidikan Masih Terus Berlanjut

Hingga saat ini, kondisi pendidikan di Palestina masih memprihatinkan. Anak-anak masih sering diganggu dan digeledah saat berangkat dan pulang sekolah, guru-guru dan staf pendidikan kerap menjadi sasaran penyerangan, sekolah-sekolah pun satu per satu terus dihancurkan atau ditutup paksa, sedangkan sekolah yang masih beroperasi selalu menjadi sasaran tembakan peluru dan bom gas air mata. Jika dibiarkan, anak-anak Palestina terancam bisa kehilangan akses pendidikan sama sekali, atau terpaksa menempuh pendidikan dengan bersekolah di lembaga pendidikan yang menggunakan kurikulum Israel, sekalipun mereka menolaknya.

Permintaan anak-anak Palestina tak banyak: mereka hanya ingin belajar dengan damai seperti anak-anak lainnya. Maka adakah alasan bagi kita untuk mengabaikan hak mereka?

Salsabila Safitri, S.Hum.

Penulis merupakan Relawan Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan sarjana jurusan Sastra Arab, FIB UI.

Sumber:

https://english.wafa.ps/Pages/Details/135976

https://english.wafa.ps/Pages/Details/137267

https://daysofpalestine.ps/israeli-occupation-deprives-100s-of-palestinian-children-of-joining-new-school-year/

https://www.#/20230827-un-schools-in-gaza-begin-school-year-uncertain-if-they-will-stay-open/

https://daysofpalestine.ps/gazas-students-return-to-school-for-new-academic-year/

https://daysofpalestine.ps/un-coordinator-raises-alarms-for-palestinian-childrens-education-amidst-challenging-2023/

https://english.wafa.ps/Pages/Details/137267

https://daysofpalestine.ps/israeli-occupation-to-demolish-53-palestinian-schools-in-west-bank/

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها

Tags: AnakPalestinaYahudinisasi
ShareTweetSendShare
Previous Post

Darurat! Nyaris 50 Organisasi Permukiman Israel Berusaha Lakukan Yahudinisasi Masjid Al-Aqsa 

Next Post

Ketika Hatta ucapkan Terima Kasih kepada Israel

Adara Relief International

Related Posts

Para pemukim memasang bendera Israel di pagar batu Masjid Ibrahimi di Hebron (MEMO)
Artikel

Masjid Ibrahimi: Proyek Yahudisasi dan Penghapusan Paksa Identitas Islam di Seluruh Bagiannya

by Adara Relief International
Januari 26, 2026
0
30

Masjid Ibrahimi merupakan situs suci yang terletak di kota Al-Khalil (Hebron) di Palestina. Bagi umat Islam, masjid ini merupakan situs...

Read moreDetails
Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

Januari 20, 2026
182
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

Januari 19, 2026
36
Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Januari 19, 2026
33
Kubah As-Sakhrah pada Senja hari. Sumber: Islamic Relief

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

Januari 19, 2026
48
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Januari 14, 2026
36
Next Post
Ketika Hatta ucapkan Terima Kasih kepada Israel

Ketika Hatta ucapkan Terima Kasih kepada Israel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630