Perdana Menteri Israel, Yair Lapid, menolak permintaan dari Raja Yordania Abdullah II untuk membawa salinan Al-Qur’an ke Masjid Al-Aqsa. Menurut Perusahaan Penyiaran Israel, Kan 11, permintaan itu diajukan selama pertemuan kedua pemimpin di Amman pada hari Rabu (27/7). Jordan sebelumnya juga pernah meminta pendahulu Lapid, Naftali Bennett, untuk menyetujui langkah tersebut dan juga mendapat penolakan.
Kan melaporkan bahwa Yordania telah mengajukan permintaan untuk membawa salinan Al-Qur’an ke Masjid Al-Aqsa di setiap pertemuan pejabat di Amman dengan Israel, termasuk ketika Raja Abdullah II bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog.
Lapid memberitahu Raja Abdullah II bahwa “tidak ada yang baru dalam hal ini.” Ia mengacu pada penolakan Israel yang berkelanjutan terhadap tindakan yang sedang raja Yordania upayakan tersebut.
Saluran penyiaran tersebut menyatakan bahwa dinas keamanan pendudukan di Al-Quds (Yerusalem), bagaimanapun, “mendukung atau setidaknya tidak menentang” proposal Yordania. Saluran resmi Israel menunjukkan bahwa keberatan Lapid memiliki preferensinya sendiri untuk tidak mengizinkan langkah seperti itu selama periode pemilihan. Ia mengingat itu sebagai “pesan diplomatik dan politik” yang dapat mempengaruhi hasil pemilihan November mendatang.
Sumber:
https://www.#/20220728-lapid-rejects-jordan-kings-request-to-bring-quran-into-al-aqsa/
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








