Pidato Mohammed El-Kurd di Majelis Umum PBB – “Halo masyarakat Internasional, terima kasih atas pidato-pidato (Anda) yang luar biasa. Saya yakin otoritas pendudukan benar-benar khawatir sekarang. Nama saya Muhammad El-Kurd dan saya di sini untuk menyampaikan pidato”.
Ketika berusia 11 tahun, sepulang dari sekolah, saya melihat perabotan saya berserakan di jalan sekitar rumah kami di Sheikh Jarrah, sebuah lingkungan di Al-Quds yang diduduki. Jalanan dipenuhi tentara, polisi, dan para pemukim ilegal. Tetangga saya berteriak dan memprotes, hingga beberapa dari mereka dirawat di rumah sakit. Pemukim ilegal telah menyerbu rumah kami dan mengambil alih setengahnya, mereka mengatakan itu adalah milik mereka berdasarkan wahyu tuhan, seolah-olah tuhan adalah agen perumahan.
Sekarang, lebih dari satu dekade kemudian, mereka kembali datang untuk menyelesaikan apa yang mereka mulai. Organisasi pemukim yang didukung oleh milyader dan dilindungi oleh pasukan pendudukan Israel, kemungkinan akan mengusir keluarga saya dari rumah kami selamanya. Bukan hanya keluarga saya, melainkan ratusan, bahkan ribuan orang Palestina di lingkungan saya dan komunitas lain seperti Silwan dan El-Asabiyah, dan masaforyata di perbukitan Hebron selatan, juga di tempat-tempat lainnya. Nasib kepemilikan ini membayangi sebagian besar lingkungan kami, hidup kami dipenuhi dengan kecemasan bahwa kami akan hidup sebagai tunawisma. PBB telah menyebut ini sebagai kejahatan perang, tetapi yang lebih penting, saya tahu bahwa ini adalah perampasan.
Komunitas saya, seperti semua komunitas Palestina lainnya, tidak asing dengan perampasan. Nenek saya diusir dari rumahnya di Haifa pada 1948 ketika ratusan ribu orang Palestina mengungsi karena Nakba. Ia menemukan perlindungan pada tahun 50-an, setelah PBB (Anda semua) dan Yordania membangun proyek perumahan di Sheikh Jarrah seraya menjanjikan bahwa 28 keluarga pengungsi akan menerima hak legal atas properti mereka.

Kemudian Perang 1967 terjadi. Setelah pasukan Israel secara ilegal mencaplok Al-Quds, organisasi pemukim, beberapa di antaranya bermarkas di Amerika Serikat, tanpa henti berusaha untuk mengambil alih lingkungan tersebut. Kami jelas mencoba melawan pengusiran paksa ini di pengadilan, tetapi seperti yang biasa dikatakan nenek saya, “jika hakim adalah musuh Anda, kepada siapa Anda mengeluh?”
Perampasan tanah Israel telah dilapisi pasal karet, membuatnya hampir mustahil untuk ditantang. Meski demikian, perebutan Syekh Jarrah pada hakikatnya bukan saja tidak legal, melainkan juga politis. Ini adalah bagian dari upaya sistematis yang lebih besar untuk meng-israelkan seluruh Al-Quds, kota asal kami. Keluarga dan tetangga kami memahami hal ini. Kita tahu secara langsung bahwa sistem peradilan israel diciptakan oleh dan untuk mereka yang mendapat keuntungan tanpa henti dari rezim kolonial pemukim Israel.
Saat saya berbicara dengan Anda, pengacara keluarga kami sedang mencoba untuk membujuk hakim pemukim untuk melawan permukiman. Kata apartheid muncul di benak, tetapi mengatakan ada simetri dan ketidakadilan dalam sistem peradilan Israel adalah pernyataan yang meremehkan. Apa yang kita miliki adalah sistem yang didorong oleh ideologi kolonialis, dibangun oleh dan untuk penjajah, bekerja persis sebagaimana ia memang dimaksudkan. Undang-undang yang tidak adil ini tidak bersifat preferensial, hanya melayani tujuan demografis dan politik dari proyek zionis. Mereka tersembunyi di balik jubah demokrasi semu dan legislasi yang kelihatannya dapat diperdebatkan.
Musim panas ini kami membawa perjuangan kami ke jalanan. Upaya kami untuk menolak pengambilalihan ini diikuti oleh warga Palestina di seluruh Al-Quds dan dunia, dalam apa yang kemudian dikenal sebagai The Unity Uprising. Situasi dengan cepat meningkat menjadi serangan terhadap Gaza yang terkepung. Orang-orang Palestina dimobilisasi dan melawan, dan di seluruh dunia orang-orang berdemonstrasi mendukung hak Palestina untuk pembebasan dan dekolonisasi.
Namun, berbulan-bulan kemudian, perhatian dunia telah menjauh. Realitas bagi orang-orang Palestina, bagaimanapun, tidak berubah. Lingkungan kami diblokade selama tiga bulan, dikelola oleh pasukan Israel dengan pembatasan terus-menerus yang dimaksudkan untuk mencekik kehidupan ratusan warga Palestina yang tinggal di sana. Sementara itu, pemukim Yahudi bersenjata yang telah menduduki beberapa rumah kami, berkeliaran dengan bebas di jalanan tanpa ada yang mempertanyakan. Pada suatu malam, puluhan orang fanatik yang memegang senjata berpatroli di jalan sekitar rumah kami dengan impunitas yang arogan. Mereka dilindungi, bahkan didukung oleh pasukan yang memblokade komunitas kami.
Saya harus meluangkan waktu sebentar untuk mengakui bahwa jutaan orang tengah berada dalam kepungan di jalur Gaza. Jutaan orang tinggal di penjara terbuka. Saya harus mengakui ribuan tawanan Palestina tersiksa di dalam penjara-penjara Israel. Saya harus mengakui tetangga saya, Murad Aqia, seorang guru sekolah dasar, yang dirampas dari keluarganya dan dimasukkan ke dalam penjara, ditubi dengan tuduhan yang dibuat-buat dan direkayasa, hanya karena ia berani berkata tidak terhadap pembersihan etnis.
Anda tahu saya harus bertanya, apa yang bisa saya katakan hari ini, yang belum pernah dikatakan sebelumnya: berapa banyak orang Palestina yang telah berdiri di podium ini selama beberapa dekade dan mengecam janji-janji yang dilanggar dan resolusi PBB yang tidak terpenuhi. Berapa banyak dari kita telah mencoba mengartikulasikan kekejaman yang semua orang di badan ini tahu dengan baik, tetapi masih mengabaikannya.
Pada titik tertentu dalam kehidupan setiap orang palestina, kami menyadari bahwa Nakba masih jauh dari selesai, ia (Nakba) terus berlanjut setiap kali pendudukan Israel mencabut residensi Al-Quds, ia menggelegar di rambu-rambu jalan yang dilucuti dari bahasa Arab, menusuk kami dalam kampanye dehumanisasi yang terus-menerus.
Jika Anda tidak diusir dari rumah Anda, rumah Anda akan dihancurkan. Jika Anda tidak dipenjara, Anda ditembak di jalan. Jika Anda tidak ditembak di jalan, ada drone di langit Anda di jalur Gaza, dan jika bukan bom, maka pengasingan. Saya lelah melaporkan kebrutalan yang sama setiap hari, memikirkan cara baru untuk menggambarkan yang sudah jelas.

Situasi di lingkungan saya, Sheikh Jarrah, tidak sulit untuk dipahami. Ini adalah mikrokosmos sempurna dari kolonialisme pemukim; realitas yang dialami warga Palestina selama 70 tahun pemerintahan zionis. Kosakata ini bukan teoretis; ini terbukti dalam upaya untuk mengusir kami dari rumah kami sehingga pemukim dapat mendudukinya dengan dukungan rezim yang dengan kekuatan dan kebijakannya turut memberikan dukungan terhadap kekerasan demi mengusir satu populasi dan memasukkan populasi yang lain.
Saya tidak peduli siapa yang tersinggung dengan terminologi ini. Kolonial adalah cara yang tepat untuk merujuk negara yang pasukannya berkolusi dalam kekerasan para pemukim, yang pemerintahannya bekerja dengan organisasi pemukim, yang sistem peradilannya menggunakan undang-undang ekspansionis untuk mengklaim rumah kami, yang hukum negara bagiannya mengabadikan permukiman Yahudi sebagai nilai nasional untuk didorong dan dipromosikan. Keserakahan atas tanah Palestina tanpa orang Palestina belum berkurang, bahkan selama tujuh dekade. Saya tahu ini karena saya hidup di dalamnya.
Saya tidak percaya pada sistem peradilan Israel. Ini adalah bagian dari negara kolonial pemukim yang dibangun oleh pemukim untuk pemukim. Saya juga tidak mengharapkan pemerintah internasional mana pun yang telah sangat terlibat dalam perusahaan kolonial Israel, untuk campur tangan atas nama kami.
Namun, saya memiliki keyakinan terhadap orang-orang di seluruh dunia, terhadap warga negara Anda, yang memprotes dan menekan pemerintah untuk ikut mengakhiri kebijakan pembersihan etnis Israel.
Impunitas dan kejahatan perang tidak akan dapat dihentikan oleh pernyataan kecaman dan mengerutkan dahi. Juga tidak akan dihentikan oleh tweets yang menjadi perhatian. Kami telah berulang kali mengartikulasikan langkah-langkah politik transformatif seperti apa yang harus diambil; boikot dan sanksi di tingkat negara. Masalahnya, sekali lagi, bukanlah ketidakpedulian, tetapi tidak adanya tindakan.
Baca juga Palestine Solidarity Day: Palestina Masih Memerlukan Kita
Amerika Serikat telah memveto lebih dari 53 resolusi dewan keamanan yang penting terhadap israel, bahkan lebih dari setengah veto yang diberikan AS mendukung israel. Berapa lama kita harus menawarkan impunitas pendudukan Israel? Negosiasi tidak akan membawa perdamaian. Akhiri impunitas dengan baik.
Anda tahu, ketika kita merenungkan kekejaman sejarah yang paling mengerikan, yang paling tidak manusiawi pada hari ini, kita memikirkannya dengan begitu banyak kewarasan moral sehingga kita cenderung lupa bahwa kekejaman tersebut benar terjadi, dan dilegalkan (oleh hukum Israel). Tidak hanya legal secara sempurna, tetapi pada saat itu terjadi, semuanya menjadi kontroversial, diperdebatkan, dan menjadi terlalu rumit.
Orang-orang berbicara dengan bahasa yang netral, seperti yang kita lakukan pada hari ini. Kita semua berpikir bahwa seandainya kita ada di sana saat itu, pada waktu itu, kita akan berada di sisi kebenaran sejarah. Dan kita memiliki kesempatan itu hari ini, untuk berada di sisi kebenaran sejarah. Saya meminta Anda semua untuk berani. Masalah Palestina tidak dapat diselesaikan tanpa Palestina yang merdeka.
![]()
“Saya tahu bahwa penjajahan akan berakhir. Seperti semua ketidakadilan, ia akan berakhir. Ini harus berakhir. Semua kerajaan jatuh. Tujuan Palestina akan berakhir dengan kejayaan. Saya tahu ini. Saya tahu bahwa bahwa orang akan melihat kembali kenyataan yang kami jalani hari ini dengan begitu banyak kejelasan moral. Pada suatu hari akan ada museum yang menghormati kami, tugu peringatan untuk kami, dan patung yang dibangun atas nama-nama kami. Orang-orang akan berdiri di atas tanah kami dan mengakui penderitaan yang terjadi di dalamnya. Saya hanya berharap pengakuan seperti itu, pertolongan seperti itu, perbaikan seperti itu, terjadi ketika orang-orang Palestina masih di sini. Kami layak mendapatkan keadilan dan pembebasan dalam hidup kami. Kami berhak atas tanah kami kembali”.
Terima kasih banyak.
Ketua Majelis PBB:
Saya sangat berterima kasih kepada Tuan Mohammed El-Kurd atas pernyataannya yang sangat kuat dan berwawasan luas, yang menggambarkan dengan sangat fasih penderitaan rakyat Palestina, dan juga kebutuhan untuk menjaga kepercayaan dan kebutuhan untuk tetap teguh dalam bekerja untuk realisasi hak-hak rakyat Palestina.
Izinkan saya menggunakan kesempatan ini untuk berterima kasih kepada semua organisasi masyarakat yang aktif dalam masalah Palestina di seluruh dunia atas kerja dukungan mereka yang berharga dalam mendukung dan dalam solidaritas dengan rakyat Palestina. Komite berjanji untuk terus bekerja dengan Palestina dan organisasi masyarakat sipil lainnya untuk memenuhi hak-hak batin rakyat Palestina. Sekali lagi. Terima kasih banyak, Tuan El-Kurd.






