Dokter untuk Hak Asasi Manusia mengajukan petisi ke Mahkamah Agung Israel, menuntut agar orang tua diizinkan untuk menemani anak-anak mereka saat menerima perawatan tanpa penundaan dan izin jangka panjang. Ini terutama untuk pasien kanker yang berasal dari Jalur Gaza. Dalam sebuah laporan, asosiasi tersebut mengindikasikan bahwa dua pasien kanker meninggal baru-baru ini karena Israel mencegah mereka pergi untuk menerima perawatan medis. Israel menunda izin seorang perempuan berusia 37 tahun dan seorang anak berusia 10 tahun untuk menerima perawatan medis yang diperlukan selama beberapa bulan terakhir. Namun, mereka meninggal akibat penyakit mereka dalam waktu empat hari setelah kedatangan mereka di rumah sakit.
Dokter untuk Hak Asasi Manusia menunjukkan bahwa Fatima (nama samaran) didiagnosis menderita kanker saluran empedu. Ia dipindahkan Juni lalu untuk menerima perawatan medis di Rumah Sakit Al-Ahly di Hebron. Adapun Ahmed (nama samaran) berusia 10 tahun ia menderita penyakit sejenis sarkoma dan telah menerima perawatan selama dua tahun terakhir di rumah sakit di Al-Quds (Yerusalem) Timur. Ia telah menerima izin keluar secara komprehensif untuk menjalani perawatan medis ditemani oleh salah satu orang tuanya. Asosiasi tersebut menambahkan bahwa, secara mengejutkan, permintaan ayahnya untuk menemaninya ditolak Mei lalu, yang menyebabkan dia kehilangan janji untuk perawatan di rumah sakit.
Asosiasi menjelaskan bahwa penolakan Israel untuk mengizinkan orang tua menemani anak-anak mereka menyebabkan penundaan yang signifikan dalam perjalanan untuk tujuan menerima perawatan medis. Asosiasi mengirimkan permintaan kepada Koordinator Kegiatan Pemerintah Israel di Wilayah Jajahan Palestina, dengan melampirkan surat peringatan sebelum mengajukan petisi ke Mahkamah Agung. Surat tersebut menuntut amandemen atas prosedur administrasi terkait dengan perjalanan anak-anak Gaza untuk tujuan menerima perawatan medis. Asosiasi menuntut agar orang tua diperbolehkan menemani anak mereka selama menjalani pengobatan, dengan ketentuan bahwa tanggapan tidak boleh melewati sepuluh hari sejak tanggal pengajuan aplikasi.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








