• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, Februari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan Anak

Pesan untuk Bayiku: “Maaf, Aku Telah Memimpikan Masa Depan yang Lebih Baik untukmu di Gaza”

by Adara Relief International
November 20, 2023
in Anak, Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Pesan untuk Bayiku: "Maaf, Aku Telah Memimpikan Masa Depan yang Lebih Baik untukmu di Gaza"
23
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Oleh: Maram Humaid

Bayi saya, Iyas, telah menginjak usia tiga bulan, sedangkan keponakan saya Ezz baru berusia satu bulan. Inilah pesan saya untuk mereka:

Baby Iyas dan Baby Ezz yang tersayang,

Aku memahami bahwa kalian merasakan ada sesuatu yang salah.  Reaksi kalian terhadap ledakan sangat jelas – gemetar dan menangis setiap kali terdengar suara dentuman. Kadang-kadang, kalian mencari jawaban dari kami. Kalian merasa terganggu oleh pengeboman yang terjadi terus-menerus dan pesawat yang terbang di atas kepala pada malam hari.

Bayi-bayiku tersayang,

Aku menulis surat ini dengan harapan kalian akan tumbuh di dunia yang aman untuk membacanya. Namun sayangnya, harapan tersebut masih belum pasti. Situasi yang sedang berlangsung telah memaksaku untuk mendokumentasikan kesaksian ini untuk generasi kalian.

Saat aku menatap matamu, aku membayangkan bayi prematur di Rumah Sakit al-Shifa dipindahkan, mengancam nyawa mereka. Dunia telah berubah menjadi kuburan bagi makhluk yang paling tidak bersalah. Aku merenungkan kisah-kisah menyedihkan tentang orang tua yang tidak dapat menjangkau anak-anak mereka karena invasi darat atau, lebih buruk lagi, mereka yang mungkin terpaksa mengungsi atau terbunuh.

Sayangku, hatiku menangis kencang.  Setiap hari di rumah sakit, aku menitikkan air mata untuk anak-anak yang tumbuh di tengah kekacauan ini. Aku menangis ketika melihat mereka tertawa di tenda darurat, tidak menyadari bencana tragis yang terjadi di sekitar mereka – sebuah kenyataan yang mungkin baru bisa mereka pahami pada masa depan.

Cintaku,

Keselamatan kalian dalam keadaan tragis ini sangat memprihatinkan kami, orang tua kalian. Minggu lalu, tangisan dan rasa tidak nyaman yang kalian alami membuat kami bingung, hingga penyakit ginjal yang diderita nenek kalian mengungkap penyebabnya – air yang tidak bersih.  Kami tidak sadar, sekaligus tidak punya pilihan lain, sehingga pada akhirnya kami untuk mencari botol air mineral bersih demi keselamatan kalian.

Setiap hari, kami pergi ke rumah sakit, juga ke tempat kerjaku saat ini sebagai jurnalis, demi mencari informasi tentang sumber air yang tersedia. Kegembiraan pulang ke rumah dengan membawa air terasa seperti memegang harta karun, sebuah pengingat akan kekacauan seputar kebutuhan paling dasar; air.

Kelangkaan ini tidak hanya terbatas pada air, tetapi juga membuat kami khawatir akan berkurangnya persediaan susu formula dan popok bayi.  Ezz, meski dihadang tantangan, ayahmu berhasil memberikan susu formula untukmu.  Tapi Iyas, kami terpaksa mengganti formulamu karena tidak tersedia, yang berisiko menimbulkan ketidaknyamanan sementara.

Saat kita menavigasi pertarungan nyata antara rasa haus dan lapar ini, mendiskusikan formula yang paling cocok untukmu sepertinya merupakan sebuah kemewahan.  Segalanya kini berkisar pada pencegahan kelaparan. Aku ingin memperkenalkanmu pada dunia yang “menakjubkan” ini, yang menyaksikan perjuangan kita di bawah berbagai upaya genosida.

Selain kekurangan air dan makanan, sudah lebih dari sebulan tidak ada listrik, internet, jaringan komunikasi, persediaan supermarket, roti atau bahan bakar. Serangan udara yang terus-menerus menimbulkan pertumpahan darah tanpa akhir, menargetkan setiap aspek kehidupan, membuat dunia ini tidak aman bagi bayi tak berdosa seperti kalian.

Setiap hari di rumah sakit, aku menyaksikan mayat-mayat yang terbungkus kain kafan berdarah – wanita, pria, dan orang tua – namun yang paling menyayat hati adalah tubuh anak-anak. Bayi-bayi di sini telah mempelajari suara misil sebelum melodi lagu anak-anak. Terlantar, terputus, berduka dan terblokade – inilah cara penduduk Gaza menanggung agresi Israel yang terus berlanjut.

Sayangku,

Ini mungkin surat terakhirku.  Ingatlah untuk tidak memaafkan mereka yang diam saja menghadapi penderitaan kita.  Kehidupan di Gaza selalu penuh tantangan, namun kami berusaha untuk tetap hidup, bermimpi, dan berkembang. Kini, penyesalan membayangi setiap momen yang kami bayangkan umtuk membawa kalian ke kehidupan yang lebih baik.

Melihat senyuman dan memegang tanganmu di tengah kekacauan membuat hatiku patah. Harapan untuk masa depan yang lebih baik di sini sangatlah langka;  sebab masa depan tampaknya hanya menjanjikan lebih banyak siksaan.

Sumber:

https://www.aljazeera.com

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Baca Juga

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها

Tags: AnakGazaPalestinaUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Kementerian Kesehatan: Sebanyak 11.675 warga Palestina Terbunuh di Gaza dan Tepi Barat sejak Dimulainya Agresi Israel pada 7 Oktober

Next Post

Kepala Negara Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia Menyerukan Gencatan Senjata Segera di Jalur Gaza

Adara Relief International

Related Posts

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo
Berita Kemanusiaan

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

by Adara Relief International
Februari 19, 2026
0
14

Para menteri pemerintah Israel secara terbuka menyatakan niat mereka untuk secara mendasar mengubah status politik dan hukum wilayah Palestina yang...

Read moreDetails
Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Februari 19, 2026
15
Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Februari 19, 2026
14
Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Februari 19, 2026
13
Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Februari 19, 2026
14
Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Februari 19, 2026
25
Next Post
Serangan Terus Meningkat, Penderitaan Anak-Anak Gaza Tak Kunjung Berakhir 

Kepala Negara Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia Menyerukan Gencatan Senjata Segera di Jalur Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630