Boston Consulting Group (BCG) mengonfirmasi pada Selasa (3/6) bahwa mereka telah mengakhiri partisipasinya dalam Yayasan Kemanusiaan Gaza (Gaza Humanitarian Foundation/GHF) di tengah kritik keras terhadap cara operasional yayasan tersebut, demikian dilaporkan oleh Anadolu.
Perusahaan tersebut menyatakan bahwa pada Oktober 2024, mereka telah menyepakati untuk memberikan “dukungan guna membantu mendirikan organisasi bantuan yang dirancang untuk bekerja seiring dengan upaya multilateral dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.”
“Pekerjaan lanjutan yang tidak disetujui terkait dengan Gaza tidak memperoleh dukungan dari para pemangku kepentingan multilateral dan telah dihentikan pada 30 Mei. BCG belum dan tidak akan menerima pembayaran untuk pekerjaan ini,” ujar pihak perusahaan. “BCG telah memulai tinjauan resmi terhadap pekerjaan tersebut, dan selama proses peninjauan berlangsung, mitra yang memimpin proyek ini telah ditempatkan dalam cuti administratif.”
The Washington Post, media pertama yang melaporkan penarikan tersebut, menyebutkan bahwa BCG menarik personelnya dari Tel Aviv pada akhir April.
Boston Consulting Group sebelumnya memegang peran penting dalam menciptakan sistem distribusi bantuan, termasuk membangun struktur pembayaran dan menetapkan standar pengadaan untuk kontraktor yang mengoperasikan empat fasilitas distribusi di wilayah selatan Gaza, menurut laporan surat kabar tersebut.
Tiga orang yang memiliki kedekatan dengan kedua entitas itu menyatakan bahwa yayasan akan menghadapi tantangan besar dalam melanjutkan operasinya tanpa dukungan dari konsultan yang mendirikan program tersebut, terutama mengingat keterlibatan mereka dalam merancang program bersama koordinasi dengan Israel.
Sumber:
https://www.#/20250603-consulting-firm-leaves-gaza-aid-program-amid-criticism-about-operations/








