Petani Gaza Ahmed Abu Baraka terkejut dengan datangnya musim kurma, yang telah ia tunggu dari tahun ke tahun. Ia kini akan mempersiapkan pemetikan dan menjualnya di pasar lokal setelah memanennya dari lahan pertaniannya di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan. Abu Baraka menjelaskan bahwa dia telah membudidayakan kurma selama lebih dari 50 tahun, tetapi dia tidak mengalami musim panen besar seperti tahun ini. Dia menyatakan bahwa alasan buruknya produksi musim kurma selama ini adalah karena fluktuasi iklim, khususnya penurunan suhu pada awal penyerbukan tanaman. Ia mencatat bahwa budidaya kurma membutuhkan suhu tinggi pada saat penyerbukan.
Dia mengatakan, “Ada banyak permintaan di pasar lokal untuk kurma Hayani, yang dianggap sebagai salah satu jenis terbaik dan produksinya terkonsentrasi di daerah tengah Jalur Gaza.” Abu Baraka menunjukkan bahwa musim kurma menghasilkan produksi yang melimpah, sehingga petani terpaksa menyimpannya sebagai persiapan untuk mengekspornya ke luar Jalur Gaza setelah mencapai kecukupan di pasar lokal. Dia menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga Palestina bergantung pada kurma selama musim panen. Namun, apabila jumlahnya sedikit akan membuat pasar lokal beralih ke impor untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan kurma.
Abu Baraka menambahkan, “Kurma memiliki banyak kegunaan, yang paling penting adalah adonan kurma tradisional, yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Adonan disiapkan dengan cara yang sederhana untuk digunakan dalam banyak manisan.” Harga kurma tidak tinggi, satu kotak diperkirakan hanya 10 shekel. Hal ini memberatkan petani tetap karena kondisi ekonomi yang sulit, menurut Abu Baraka.
Biaya merawat pohi kurma relatif mahal bagi petani dan membutuhkan usaha keras. Harga satu pohon kurma melebihi 40 shekel, dan ketika penyerbukan, petani harus mengeluarkan biaya tambahan setidaknya 10 shekel, dan ada pula biaya lain yang membuat keuntungan mereka terbatas pada musim panen saja. Abu Baraka mengungkapkan kekhawatirannya akan penurunan produksi kurma dari tahun ke tahun, “Mungkin saja kurma akan hilang dari beberapa daerah di Jalur Gaza, karena kurangnya produksi, dan kurangnya keuntungan materi yang diperoleh petani sebagai imbalan atas perjuangan mereka,” pungkasnya.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







