Josep Borrell, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, mengatakan pada Sabtu (24/2) bahwa rencana Israel untuk memperluas permukiman di Tepi Barat yang dijajah bersifat menghasut dan berbahaya.
“Permukiman akan memicu ketegangan, menghambat upaya perdamaian, dan merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional,” tambahnya .
Menteri Keuangan Israel Smotrich pada Kamis (22/2) mengumumkan rencana pembangunan 3.300 unit rumah sebagai “respons” terhadap serangan penembakan yang dilakukan oleh tiga warga Palestina di dekat permukiman Ma’ale Adumim di Al-Quds (Yerusalem) Timur, menewaskan sedikitnya satu warga Israel dan melukai lima lainnya.
Setelah serangan itu, militer Israel mencegah kendaraan Palestina melewati jalan utama menuju lingkungan Al-Eizariya, dekat pintu masuk utama Ma’ale Adumim, antara jam 9 malam hingga 6 pagi keesokan harinya.
Sementara itu, selama 24 jam terakhir, pasukan Israel telah menangkap 15 warga Palestina di Kota Hebron (al-Khalil), Nablus, Jericho (Ariha), Jenin, dan Ramallah di wilayah Tepi Barat. Menjelang Ramadan, pemukim Israel juga mulai menyerbu Masjid Al-Aqsa pada hari Ahad dan melakukan Ibadah tanpa suara. Penyerangan ini hampir terjadi setiap hari selama lebih dari dua dekade dan mengancam akan meningkatkan ketegangan di Al-Quds (Yerusalem) dan Tepi Barat.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








