Estimasi biaya rekonstruksi Gaza setelah 15 bulan genosida Israel di wilayah yang terkepung bervariasi. Pada Agustus 2024, Bloomberg, mengutip pendapat para ahli, memperkirakan bahwa biaya rekonstruksi Gaza dan pemulihan pasar tenaga kerja yang hancur dapat melebihi $80 miliar, ditambah $700 juta untuk mengangkut 42 juta ton puing.
Dalam laporan sebelumnya, Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan kerusakan infrastruktur vital di Gaza antara Oktober 2023 hingga Januari 2024 mencapai sekitar $18,5 miliar.
Pada Oktober lalu, PBB menyatakan bahwa pengangkutan 42 juta ton puing akibat agresi Israel mungkin memakan waktu bertahun-tahun dengan biaya mencapai $1,2 miliar. Pada April 2024, PBB memperkirakan proses pengangkutan puing-puing tersebut memakan waktu hingga 14 tahun. Selain itu, Kementerian Kesehatan Palestina pada Mei 2024 memperkirakan ada sekitar 10.000 jenazah yang masih tertimbun di bawah puing-puing.
Laporan PBB yang diterbitkan pada 2024 menunjukkan bahwa pembangunan kembali rumah-rumah yang hancur di Jalur Gaza mungkin baru selesai paling cepat tahun 2040, atau bahkan memakan waktu puluhan tahun.
Data satelit PBB pada Desember 2024 menunjukkan bahwa sekitar 69% bangunan di Gaza—lebih dari 170.000 bangunan—hancur atau rata dengan tanah. Dari jumlah tersebut, PBB memperkirakan terdapat 245.123 unit apartemen yang terdampak. Sementara itu, Kantor Bantuan Darurat PBB melaporkan bahwa lebih dari 1,8 juta orang di Gaza saat ini membutuhkan tempat tinggal darurat.
Laporan bersama PBB dan Bank Dunia memperkirakan kerusakan infrastruktur hingga Januari 2024 mencapai sekitar $18,5 miliar.
Gambar satelit yang dianalisis PBB menunjukkan lebih dari separuh lahan pertanian di Gaza rusak akibat genosida. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) juga melaporkan bahwa sejak agresi dimulai, 15.000 ekor ternak—lebih dari 95% total ternak—dan sekitar setengah populasi domba telah mati.
Dari sisi institusi, data Palestina menunjukkan bahwa agresi telah menghancurkan lebih dari 200 fasilitas pemerintah, 136 sekolah, 823 masjid, dan tiga gereja.
Laporan Kantor Kemanusiaan PBB menyebut banyak rumah sakit rusak selama agresi. Hanya 17 dari 36 unit layanan kesehatan yang masih beroperasi sebagian pada Januari 2024.
Terakhir, Kamis (16/01) lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa rekonstruksi sistem kesehatan di Gaza dalam beberapa tahun mendatang membutuhkan dana hingga $10 miliar.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








