Media Al Jazeera melaporkan bahwa tentara pendudukan melancarkan operasi militer yang meluas di Suriah, melalui darat, laut dan udara, dan menyebutnya sebagai “Sahm Basyan,” sebuah kata yang terinspirasi dari Taurat dan mengacu pada kisah kehidupan Yahudi kuno di suatu wilayah di Suriah.
Sebanyak 350 jet tempur Israel berpartisipasi dalam operasi tersebut dan melakukan sekitar 500 serangan terhadap fasilitas militer Suriah selama beberapa hari terakhir, dalam sebuah operasi yang digambarkan oleh media Israel sebagai “serangan udara terbesar yang pernah ada dalam sejarah Israel.”
Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz, mengatakan bahwa Angkatan Laut Israel “memusnahkan seluruh armada Angkatan Laut Suriah,” sementara kehancuran besar-besaran terlihat di Pelabuhan Latakia, yang memperlihatkan lebih dari 15 kapal perang Suriah yang hancur terbakar, dengan kolom asap membumbung tinggi dari sana.
Sehubungan dengan serangan udara tersebut, tentara pendudukan terus melakukan serangan darat ke wilayah Suriah, yang sejauh ini telah menduduki jarak 26 kilometer, mulai dari perbatasan Dataran Tinggi Golan, hingga jauh ke dalam wilayah Suriah.
Tentara Israel melintasi perbatasan zona penyangga sejauh lebih dari 13 kilometer untuk mencapai pinggiran Ibu Kota Suriah, Damaskus, yang kini hanya berjarak kurang dari 22 kilometer.
Tentara pendudukan meminta penduduk Desa Al-Hurriya dan kota Al-Hamidiyah di pedesaan Quneitra, dan desa-desa lain di zona penyangga Golan, untuk segera mengungsi dari rumah mereka. Mereka juga meledakkan beberapa fasilitas militer milik tentara Suriah, dan menyita tank serta kendaraan militer lainnya.
Sumber: https://www.aljazeera.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








