Lena M Fredriksson adalah seorang jurnalis, fotografer, dan penulis lepas Swedia yang telah beberapa kali mengunjungi wilayah Palestina. Ia membuat sebuah buku foto dokumenter tentang kehidupan orang-orang Palestina di bawah pendudukan Israel yang berjudul: “All Quiet on the West Bank? Living under prolonged occupation.” Dia datang jauh-jauh ke Palestina dari Swedia, penuh inspirasi dan banyak harapan untuk hidup, mencintai, dan mendokumentasikan kehidupan orang-orang di bawah pendudukan agar seluruh dunia dapat melihat dan berpikir tentang mereka.
Ketertarikan Fredriksson pada Palestina datang secara kebetulan melalui seorang temannya, tetapi reaksinya terhadap situasi di Palestina bukanlah sesuatu yang dia harapkan. Fredriksson pertama kali datang ke Palestina pada 2011, dan mengatakan bahwa situasi di Palestina jauh lebih buruk daripada yang dia pikirkan. Ia mengatakan begitu sedih melihat politik apartheid dan ketidakadilan yang terjadi di Palestina, sehingga menggerakkannya untuk menulis buku tentang kehidupan penduduk Palestina. Sayangnya, buku tersebut dirilis ketika perang juga sedang berkecamuk di Suriah, sehingga dunia tidak melirik kisah penduduk Palestina yang ia abadikan dalam bukunya.
Namun, hal itu tidak menghentikan Fredriksson untuk mengeksplorasi minat dan inspirasinya di Palestina. Ia memutuskan untuk menemukan cara baru dalam menceritakan kisah orang-orang Palestina yang hidup di bawah pendudukan, yaitu melalui foto dan dokumentasi. Ia mengatakan, “Tujuan dari buku ini bukan untuk menunjukkan kepada orang-orang Palestina bagaimana hidup di bawah pendudukan, melainkan untuk menunjukkan kepada dunia bagaimana ‘rasanya’ hidup di bawah pendudukan bagi orang-orang Palestina. Ini seperti buku ‘Palestina untuk pemula’ dengan banyak foto yang terdokumentasi di dalamnya. Saya menyertakan foto dari semua wilayah Palestina yang saya kunjungi: Hebron, Betlehem, Yerusalem, Ramallah, Nablus, Jericho, dan Jenin.”
Fredriksson juga sempat mengunjungi kamp pengungsi Palestina. “Situasinya lebih buruk dari yang saya bayangkan, tetapi orang-orang Palestina jauh lebih baik dari yang saya kira; sangat menyambut. Mereka berkata ‘halo, apa kabar? Terima kasih sudah datang.’ Mereka sangat baik.” Namun, Fredriksson masih merasakan betapa tidak menyenangkannya kehidupan di kamp pengungsi, terlebih di bawah pendudukan, baik dari segi ekonomi, pendidikan, maupun aspek lainnya. Oleh karena itu, Ia berpesan kepada seluruh dunia untuk lebih peduli terhadap Palestina.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








