Mariam Tamari adalah seorang penyanyi sopran yang terkenal dengan musik yang jernih dan bakatnya dalam menyanyikan melodi Prancis. Meski ia tumbuh besar di Tokyo, Mariam tidak melupakan tanah airnya: Palestina. Ia mengatakan bahwa tidak ada yang bisa menandingi penampilan dengan sesama musisi Palestina.
“Kami bekerja dengan pemahaman yang tak terucapkan, bahwa musik adalah “intifada” kami. Dengan urgensi dan kerinduan, visi bersama kami tentang pembebasan tersampaikan melalui musik. Kami adalah keluarga,” katanya.
Seni telah menjadi bagian dari keluarga Mariam. Ia adalah putri dari seorang seniman Palestina bernama Vladimir Tamari. Sementara ibunya, Kyoko, yang berkebangsaan Jepang merupakan seorang desainer kostum. Kedua Teta (kakek-nenek) Mariam juga merupakan desainer dan seniman kaligrafi. Sedangkan bibinya, Tania Tamari Nasir, adalah seorang penyanyi klasik, penulis dan penerjemah sastra. Mengikuti jejak bibinya, Mariam pun menjadi penyanyi sopran yang kerap menyanyikan lagu-lagu tentang Palestina.
“Ayah saya terus-menerus memainkan Bach dan Mozart di studionya di rumah, dan saya secara alami mulai bernyanyi dan mengarang lagu pada usia dua tahun,” katanya. “Sebagai seorang anak di Palestina, lagu pengantar tidur ibu saya menjadi penenang kami saat melalui pengalaman kekerasan militer. Saya percaya ini memainkan peran penting juga.”
Baca juga “Bella Hadid: Saya Tidak Akan Membiarkan Siapa pun Melupakan Palestina” di sini
Mariam menjelaskan bahwa kemampuannya untuk bernyanyi dengan nada tinggi ia gunakan untuk menyampaikan kesengsaraan rakyat Palestina di bawah penjajahan Israel. Ia telah meninggalkan tanah airnya sejak umur tiga tahun dan menyaksikan pasukan Israel menangkap ayahnya. Ia menceritakan apa yang ia alami saat kecil saat menyaksikan pasukan Israel menutup mata dan memborgol ayahnya, kemudian mengarahkan senapan mesin ke kepalanya. Tentara mengancam Mariam untuk tetap diam, atau mereka akan menembak ayahnya. Saat itu, Mariam berkata bahwa ibunya akan menenangkan mereka dengan menyanyikan lagu-lagu pengantar tidur.
Mariam saat ini telah menyelesaikan pendidikannya di Bryn Mawr College, AS, jurusan musik dan filsafat. Ia telah menjadi penyanyi sopran internasional terhormat yang pernah tampil untuk bernyanyi di hadapan Kaisar dan Permaisuri Jepang serta Raja dan Ratu Yordania. Ia saat ini tinggal di Paris dan sedang menggubah beberapa lagu baru tentang Palestina. Mariam akan merekam lagu tersebut bersama para musisi di Palestina.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








