• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Penyandang Disabilitas Hadapi Kematian Dini akibat Ketidaksetaraan di Sektor Kesehatan

by Adara Relief International
Desember 7, 2022
in Berita Kemanusiaan, Kesehatan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Deema Salha, seorang gadis 11 tahun dengan cerebral palsy dan disabilitas intelektual

Deema Salha, seorang gadis 11 tahun dengan cerebral palsy dan disabilitas intelektual

18
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Sebuah laporan baru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa para penyandang disabilitas lebih berisiko atas kematian dini dan penyakit dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya. Laporan Global tentang kesetaraan kesehatan untuk penyandang disabilitas yang diterbitkan pada Jumat (2/11) menunjukkan bahwa karena ketidaksetaraan kesehatan yang sistemik dan terus-menerus, banyak penyandang disabilitas menghadapi risiko kematian jauh lebih awal. Bahkan hingga 20 tahun lebih awal daripada orang tanpa disabilitas. 

Mereka memiliki peningkatan risiko kondisi kronis, lebih dari dua kali lipat risiko asma, depresi, diabetes, obesitas, penyakit mulut, dan stroke.  Banyak perbedaan dalam hasil kesehatan yang tidak dapat dijelaskan oleh kondisi atau gangguan kesehatan yang mendasarinya, tetapi oleh faktor-faktor yang dapat dihindari, tidak wajar, dan tidak adil.

Diluncurkan menjelang Hari Penyandang Disabilitas Internasional, laporan tersebut menunjukkan peningkatan jumlah penyandang disabilitas yang signifikan di seluruh dunia menjadi 1,3 miliar (atau 1 dari 6 orang).  Angka ini memperkuat pentingnya mencapai partisipasi penuh dan efektif dari penyandang disabilitas dalam semua aspek masyarakat dan menanamkan prinsip inklusi, aksesibilitas, dan non-diskriminasi di bidang kesehatan.

Laporan tersebut menekankan perlunya tindakan segera untuk mengatasi banyaknya ketidaksetaraan dalam kesehatan yang disebabkan oleh faktor-faktor yang tidak wajar dan tidak adil dalam sistem kesehatan. Faktor-faktor ini, yang menjelaskan perbedaan dalam kesehatan antara disabilitas dengan dan nondisabilitas, dapat berupa:

  • Sikap negatif atau diskriminatif dari penyedia layanan kesehatan,
  • Informasi kesehatan dalam format yang tidak dapat dipahami, atau
  • Kesulitan mengakses pusat kesehatan karena lingkungan fisik, kurangnya transportasi, atau hambatan keuangan.

“Sistem kesehatan seharusnya meringankan tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas, bukan menambahnya,” kata Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus. “Laporan ini menyoroti ketidaksetaraan yang dihadapi para penyandang disabilitas dalam upaya mengakses perawatan yang mereka butuhkan. WHO berkomitmen untuk mendukung negara-negara dengan panduan dan alat yang mereka butuhkan untuk memastikan semua penyandang disabilitas memiliki akses ke layanan kesehatan yang berkualitas.”

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Mengatasi ketidaksetaraan kesehatan merupakan sebuah tantangan bagi negara berpenghasilan rendah dan menengah yang memiliki layanan kesehatan terbatas dan dengan perkiraan 80% penyandang disabilitas. 

Laporan tersebut menguraikan 40 tindakan lintas sektor kesehatan yang harus diambil oleh pemerintah, berdasarkan bukti terbaru dari studi akademik serta konsultasi dengan negara dan masyarakat sipil, termasuk organisasi yang mewakili penyandang disabilitas. Tindakan ini bervariasi menurut tingkat sumber daya dan berkisar dari penanganan infrastruktur fisik hingga pelatihan petugas kesehatan dan perawatan. Memastikan pemerataan kesehatan bagi penyandang disabilitas juga akan memiliki manfaat yang lebih luas dan dapat memajukan prioritas kesehatan global dalam 3 cara:

  • Pemerataan kesehatan untuk semua sangat penting untuk mencapai cakupan kesehatan universal;
  • Intervensi kesehatan masyarakat inklusif yang diberikan secara adil di berbagai sektor dapat berkontribusi pada populasi yang lebih sehat; dan
  • Memajukan keadilan kesehatan bagi penyandang disabilitas merupakan komponen utama dalam semua upaya untuk melindungi semua orang dalam keadaan darurat kesehatan.

“Menangani ketidaksetaraan kesehatan bagi penyandang disabilitas menguntungkan semua orang,” kata Dr Bente Mikkelsen, Direktur WHO untuk Penyakit Tidak Menular. “Orang lanjut usia, orang dengan penyakit tidak menular, migran dan pengungsi, atau populasi lain yang sering tidak terjangkau, dapat memperoleh manfaat dari pendekatan yang menargetkan tantangan terus-menerus terhadap inklusi disabilitas di sektor kesehatan.” Dia menambahkan: “Kami mendesak pemerintah, mitra kesehatan, dan masyarakat sipil untuk memastikan semua tindakan sektor kesehatan mencakup kesejahteraan bagi penyandang disabilitas sehingga mereka dapat menikmati hak mereka atas standar kesehatan tertinggi.”

Sumber:

https://reliefweb.int

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: InternasionalKesehatan
ShareTweetSendShare
Previous Post

Gunung Semeru Erupsi! 2000 Jiwa Mengungsi di 21 Titik Evakuasi 

Next Post

Inilah Perbedaan Iklim di Gaza Dulu dan Sekarang 

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
23
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Inilah Perbedaan Iklim di Gaza Dulu dan Sekarang 

Inilah Perbedaan Iklim di Gaza Dulu dan Sekarang 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630