“Senang sekali, bantuan dari Adara ini sangat bermanfaat buat anak-anak saya, anak-anak saya bisa makan daging sapi”, ucap Monika (33), ibu 5 anak dan tengah hamil anak ke-6.
Adara memberikan bantuan protein hewani berupa daging sapi, ayam, dan telur untuk memenuhi asupan gizi 11 anak di 1000 hari pertama kehidupan mereka yang memiliki berat badan (bb) kurang untuk mencegah stunting di Desa Waru Jaya, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Bogor, Jumat (10/2).
Bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Desa Waru Jaya, Tim Posyandu Flamboyan dan Kader Pembangunan Masyarakat (KPM), Adara berupaya menurunkan angka stunting dengan intervensi gizi.
“Angka stunting di Desa Waru Jaya sudah nol (0) setelah diintervensi, namun karena masih ada kasus pernikahan dini dan kurangnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan anak dan ibu hamil, maka ancaman stunting meningkat lagi”, ucap Ibu Yayom Marlina, S.E. Ketua Tim Penggerak PKK.


Ancaman stunting ini salah satunya dialami oleh anak dari Ibu Sinta (22), anak pertamanya, Adiva yang berusia 2 tahun 8 bulan mengalami tanda awal stunting dengan berat badan yang kurang, sedangkan anak keduanya baru berusia 18 bulan.
“Pernikahan dini dan jarak kelahiran anak terlalu dekat menjadi penyebab utama anak terancam stunting, ditambah dengan minimnya pengetahuan orang tua terhadap kesehatan anak maupun saat kehamilan”, jelas Ibu Suhaimi (mimi) Ketua Posyandu dan KPM Desa Waru Jaya.
”Alhamdulillah dengan intervensi gizi terutama protein hewani dari Adara menjadi salah satu wujud kerja nyata untuk penurunan angka stunting”, imbuhnya.
Dalam upaya mencapai target penurunan kasus stunting di Indonesia dari 21,6 persen (2022) menjadi 14 persen tahun 2024 nanti. Adara ikut andil dengan menggagas program TUNAS (Turunkan Angka Stunting) dengan intervensi langsung, salah satunya intervensi gizi. Dengan harapan, target penurunan stunting ini bisa tercapai.









