• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Jumat, Februari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Penjara Israel Berubah Jadi “Oven” selama Musim Panas, Bagaimana Kondisi Tawanan Palestina?

by Adara Relief International
Juli 25, 2023
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Penjara Israel Berubah Jadi “Oven” selama Musim Panas, Bagaimana Kondisi Tawanan Palestina?
15
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pusat Studi Tawanan Palestina PCPS mengkonfirmasi bahwa tawanan Palestina, terutama yang ditahan di penjara selatan, mengalami kondisi yang sangat keras di tengah gelombang panas hebat yang melanda wilayah tersebut. Sebagian besar penjara telah berubah menjadi “oven yang menghanguskan”. Dalam kondisi yang menyesakkan ini, sel tahanan tertutup dari semua sisi dengan ventilasi yang tidak memadai, dan beberapa kipas yang ada hanya mengalirkan udara panas yang mencekik, menambah penderitaan para tawanan, terutama dengan meningkatnya kelembapan. Bahkan pekarangan penjara tidak dapat diakses karena panas yang ekstrem.

Penjara selatan, termasuk Negev, Rimon, Nafha, dan Eshel, yang menampung hampir setengah dari jumlah total tawanan, terletak di Gurun Negev, tempat suhu dan kelembapan melonjak hingga tingkat yang mengkhawatirkan. Para tawanan menggambarkan penjara ini sebagai bagian dari neraka, sebab tubuh mereka terasa seperti terbakar di tungku yang menyala-nyala.

Riyad Al-Ashqar, direktur Pusat Studi Tawanan Palestina, memperingatkan dampak negatif pada kesehatan tawanan dalam kondisi cuaca ekstrem seperti itu. Dia menyatakan keprihatinan atas sengatan panas, pingsan, dan kesulitan bernapas karena suhu yang sangat panas dan kurangnya ventilasi yang baik. Kondisi ini menimbulkan ancaman yang lebih besar bagi kehidupan tawanan yang sakit, karena perawatan medis yang diberikan tidak mencukupi, dan tawanan juga mengalami pengabaian medis dan kematian yang perlahan.

Dalam kondisi iklim yang luar biasa ini, para tawanan terpaksa menggunakan air untuk membasahi pakaian mereka terus menerus, memercikkannya ke lantai sel dan koridor mereka, karena administrasi penjara tidak memedulikan kesejahteraan mereka dan kadang-kadang menyita kipas mereka sebagai tindakan hukuman. 

Baca Juga

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Penjara Israel Berubah Jadi “Oven” selama Musim Panas, Bagaimana Kondisi Tawanan Palestina?

Al-Ashqar menekankan bahwa suhu di penjara Negev mencapai sekitar 50 derajat Celcius, memperburuk kondisi tawanan yang sudah menderita karena praktik Israel yang menindas dan tindakan hukuman yang dikenakan pada mereka. Situasi ini sangat berbahaya di penjara Negev, tempat cuaca gurun yang panas dan kering menyebabkan munculnya reptil dan serangga yang berbahaya dan berbisa. Ular gurun yang mematikan, hewan pengerat, kalajengking, dan makhluk berbahaya lainnya dapat dengan mudah mencapai sel dan tenda para tawanan, menimbulkan ancaman serius bagi kehidupan mereka sementara administrasi tetap acuh tak acuh terhadap keselamatan mereka.

Pusat Studi Tawanan Palestina meminta lembaga internasional untuk campur tangan dan melindungi para tawanan dari kondisi cuaca buruk, yang menambah praktik sewenang-wenang pendudukan Israel yang meningkatkan penderitaan mereka.

Sementara itu, tawanan Palestina di Penjara Klinik Ramleh juga telah melakukan protes terpisah pada hari Minggu (23/7), menyusul pemindahan tawanan Fatima Shahin dan Ataf Juradat. Menurut pernyataan pers dari Komisi Urusan Tawanan, langkah-langkah yang diambil termasuk penutupan sepenuhnya bagian tersebut, penolakan untuk menerima kunjungan dari pengacara, dan pengembalian makanan dan obat-obatan.

Penjara Klinik Ramleh, yang dikenal sebagai “rumah jagal” oleh tawanan Palestina, beroperasi sebagai bagian dari sistem medis yang disediakan oleh administrasi penjara zionis Israel untuk para tawanan. Saat ini, antara 14 hingga 16 tawanan mengalami kondisi kesehatan dan kehidupan yang buruk, dikurung secara permanen di Penjara Klinik Ramleh. Fasilitas tersebut bahkan gagal memenuhi standar minimum untuk kehidupan yang manusiawi. 

Penjara tidak memiliki perlengkapan yang memadai untuk menampung tawanan penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda, dengan fasilitas kamar mandi dan shower yang tidak memadai. Tidak adanya dapur yang layak di dalam kamar membuat memasak menjadi tidak mungkin, dan tawanan perempuan tidak memiliki area khusus untuk diri mereka sendiri. Selain itu, klinik tersebut kekurangan peralatan dan perangkat modern, mengandalkan peralatan primitif dan kuno yang tidak sesuai dengan kondisi para tawanan. Situasi ini semakin diperparah dengan kekurangan parah staf medis khusus yang mampu menangani kebutuhan mendesak para tawanan.

Protes tersebut menyoroti situasi mengerikan yang dialami oleh para tawanan Palestina, menyoroti kebutuhan mendesak akan intervensi kemanusiaan dan pertanggungjawaban atas kondisi yang mereka hadapi di Penjara Klinik Ramleh.

Sumber:

https://daysofpalestine.ps

https://daysofpalestine.ps

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: PalestinaTawananUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Update Kepulangan Haji; 135.475 Jemaah Tiba di Indonesia, 723 Jemaah Wafat di Tanah Suci

Next Post

Pemukim Israel Buang Perabotan Rumah Keluarga Sub-Laban di Al-Quds (Yerusalem), Cegah Mereka untuk Kembali

Adara Relief International

Related Posts

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo
Berita Kemanusiaan

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

by Adara Relief International
Februari 19, 2026
0
19

Para menteri pemerintah Israel secara terbuka menyatakan niat mereka untuk secara mendasar mengubah status politik dan hukum wilayah Palestina yang...

Read moreDetails
Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Februari 19, 2026
16
Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Februari 19, 2026
16
Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Februari 19, 2026
16
Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Februari 19, 2026
16
Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Februari 19, 2026
25
Next Post
Pemukim Israel Buang Perabotan Rumah Keluarga Sub-Laban di Al-Quds (Yerusalem), Cegah Mereka untuk Kembali

Pemukim Israel Buang Perabotan Rumah Keluarga Sub-Laban di Al-Quds (Yerusalem), Cegah Mereka untuk Kembali

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630