• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home International

Penistaan terhadap Kesucian Al Aqsho

by Adara Relief International
Juni 10, 2015
in International
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
11
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

penistaan Al Aqsho

Abdul Wahhab Badr Khan

Barangkali penistaan terhadap kesucian Masjid Al-Aqsha adalah langkah terakhir ekstrimisme pemerintah ‘Israel’ untuk memastikan yahudisme Negara. Ya, yahusasi Negara yang menjadi syarat “perundingan serius” dengan Otoritas Palestina untuk mencari “penyelesaian” dan bukan perdamaian yang harus bertekuk lutut kepada syarat penjajah.

Sudah sangat jelas, pemerintah Netenyahu menggunakan dasar dari kelompok “preman” warga Yahudi yang bekerja seperti cara mafia-mafia saat penjajahan ‘Israel’ pertama kali menancap di Palestina. Sejumlah anggota Knesset dan rabbi yahudi ekstrim “preman” itu mendapatkan legalitasnya dalam mendorong pemerintah memberikan perlindungan kepada mereka.

Baca Juga

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Secara politis, ‘Israel’ yang sudah dikendalikan para preman itu ingin “memaksakan status quo baru terhadap masjid Al-Aqsha, baik dengan menetapkannya sebagai wewenang dan titik kedaulatan ‘Israel’ di sana atau menetapkan status “pembangian” antara umat Islam dan YAhudi.

Sekenarionya sudah jelas. Berani menyentuh Al-Aqsha adalah batas merah. Jika berani melakukannya, ‘Israel’ melakukan perjudian berbahaya. Sebab peristiwa terbesar di Agustus 1969 adalah pembakaran terhadap sisi timur “Jami Qibali” masjid Al-Aqsha sampai ke arah selatan Al-Aqsha. Pelaku pembakaran adalah warga Kristen Australia pembela Zionisme yang kemungkinan tindakan personal. Bahkan sengaja memutus saluran air ke masjid sehingga secara sengaja ‘Israel’ memperlambat pemadaman kebakaran. Banyak peninggalan bersejarah yang terbakar di masjid Al-Aqsha.

Jadi meski terjadi berbagai pelanggaran terhadap tempat suci di Al-Aqsha beberapa kali pada waktu sebelumnya, namun itu bukan tindakan sistematis dan terencana. Sebab ‘Israel’ memiliki prioritas lainnya di kala itu yakni perdamaian Oslo. Perundingan Oslo inilah yang membuka mata ‘Israel’; ternyata semua tempat suci di Palestina sangat mungkin menjadi obyek tawar menawar dengan perunding Palestina; dari wilayah jajahan 1967 dan perbatasannya, pemukiman-pemukiman Yahudi yang seperti karet terus mengembang, air, ekonomi dan sepotong roti, hingga memecah-belah Negara Palestina yang dijanjikan hingga Al-Quds dan tempat sucinya serta eksistensi warga Arab Palestina di sana.

Ketika sampai pada perundingan Cam David 2000, masalah status Al-Quds ditentukan secara detail. Masing-masing pihak kemudian saling melakukan kompromi. Yaser Arafat tidak bisa melakukan kompromi maka perundingan digagalkan. Presiden Amerika Bill Clinton kala itu menuding Arafat bertanggungjawab atas kegagalan perundingan. Namun ketika Ehud Barack menawarkan “kompromi” terhadap Al-Quds dalam perundingan itu, maka ia langsung diganjar dengan diberikan jabatan PM. Namun Ehud harus merelakan popularitasnya yang tergerus dari suara kelompok ekstrim dan popularitas partai Likud Ariel Sharon hingga Partai Avigdor Lieberman dan lainnya naik.

Sharon kemudian masuk menggerebek Al-Aqsha sembari mengatakan, “Di sinilah inti konflik.” Itulah yang menjadi bara api Intifadah Palestina Jilid II yang harus dihadapi Sharon setelah dilantik menjadi perdana menteri. Karena mendapatkan dukungan dari Amerika dan Eropa yang hanya diam sementara Arab hanya bisa mengecam, maka Sharon menggunakan represif dalam mendepak Intifada dengan segala macam sarana militer; pesawat tempur, tank, roket untuk menghadapi batu. Intifada pun meletus tak ada hentinya sampai perang terhadap Gaza berulang tiga kali.

Sekanario Intifada karena dipicu kekerasan terhadap Masjid Al-Aqsha bisa terulang. Apa yang dilakukan Moshe Viglin dari anggota Knesset dan rabbi Yehuda Glik hanya mengikuti langkah Sharon untuk memicu Intifada III.

Namun Netenyahu kali ini akan menggunakan represifnya untuk menerapkan perubahan mendasar yang baru terhadap status Al-Quds. Sejak pembantian terhadap warga Palestina di masjid Ibrahimi tahun 1994 dalam Intifada II hingga agresi ‘Israel’ ke Gaza, pelanggaran terhadap tempat suci Islam berkali-kali terjadi. Ini seakan menjadi pemula dan pemancing dari perang.

Bagi mafia YAhudi yang menguasai ‘Israel’, mereka sengaja mempersiapkan situasi regional Arab yang saling berperang dan kejahatan ISIS sebagai situasi perang internasional terhadap terorisme adalah unsur-unsur menetapkan kedaulatan YAhudi atas Al-Aqsha dan menantang wasiat yang diembankan kepada Yordania.

Banyak pihak yang yang memperingatkan akan berubahnya konflik antara Arab – ‘Israel’ menjadi islam – Yahudi. Sebab mafia Netenyahu – Lieberman menilai konflik ‘Israel’ dengan Arab sudah berakhir sejak lama. Jika ada kekhawatiran konflik agama akan meletus maka inilah saatnya. Sebab saat ini yang menjadi target adalah terorisme Islam.

Jika ‘Israel’ menguasai Masjid Al-Aqsha maka ini akan menjadi pukulan pertama mematikan dan judul kemenangan barat dalam perang ini. Pertanyaannya; jika sekenarionya sudah jelas sejak lama kenapa Arab masih dingin-dingin saja? Apakah konflik Islam dan non Islam sudah sampai pada tingkat meremehkan tempat suci? Kesibukan negeri-negeri Arab dengan kondisi internalnya menjadi bagian dari jawaban pertanyaan itu. Namun itu tidak menjadi legitimasi kesalahan sejarah atau memarginalkan tempat suci Islam ketiga dan arabisme al-Quds. (sumber : at/arabqatar/infopalestina.com, November 2014)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Syahid Di Bawah Penyiksaan Penjara Suriah

Next Post

Ladang Jihad di Palestina, Suriah dan Mesir

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
20

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Desember 30, 2025
19
Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Desember 8, 2025
18
Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Desember 8, 2025
13
Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Desember 8, 2025
17
Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Desember 8, 2025
18
Next Post

Ladang Jihad di Palestina, Suriah dan Mesir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630