Gunung Semeru mengalami erupsi sekitar pukul 11.31 WIB pada Senin (5/12). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mencatat aktivitas kegempaan Semeru. Berdasar situs magma.vsi.esdm.go.id, tercatat telah terjadi 18 kali gempa letusan dan 1 gempa awan panas guguran dalam kurun waktu 6 jam, yakni mulai 00.00–06.00 WIB. Selain itu, terjadi erupsi dengan amplitudo 16–23 mm dan lama gempa 85–115 detik serta 1 kali gempa guguran dengan amplitudo 8 mm dan lama gempa 50 detik.
Pada Selasa (6/12) pagi, Gunung Semeru kembali erupsi sekitar pukul 05.02 WIB. PVMBG menyatakan erupsi terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 73 detik.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan Gunung Semeru masih berpotensi menumpahkan material vulkanik. Khofifah meminta agar seluruh pihak waspada. Meski demikian, ia berharap masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Warga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 17 km dari puncak (pusat erupsi).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) mengirim puluhan relawan dan logistik ke lokasi pengungsian terdampak erupsi Gunung Semeru. Sebagian pengungsi dilaporkan mulai mengalami sesak napas. “Dari pantauan, ada yang mengalami keluhan sesak dan lainnya. Dari BPBD Jatim, kami sediakan sejumlah tenaga kesehatan beserta logistik obat-obatan di lokasi,” kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto. BPBD Jawa Timur memfasilitasi setidaknya sebanyak 2.219 jiwa di pengungsian.
Gatot mengatakan salah satu daerah terdampak paling parah ada di Kajar Kuning, Kecamatan Candipuro. Di lokasi ini, sejumlah rumah warga terendam lahar dingin dengan tinggi kurang lebih mencapai 100 cm. Mantan Kabiro Kesra Jatim ini menegaskan, relawan BPBD Jatim akan terus siaga di lokasi pengungsian. Ia juga memastikan dapur umum untuk warga sudah beroperasi sejak kemarin.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








