Ahmed, seorang anak Palestina, setiap hari harus berjuang dalam perjalanan pulang-pergi ke sekolah. Dari tempat tinggalnya di Kamp Pengungsian Burj al-Shamali, Ia harus menempuh jarak lebih dari 3 kilometer dari rumahnya untuk menempuh pendidikan.
Ahmed mengatakan kepada Pusat Informasi Palestina bahwa tidak ada sekolah menengah di kamp Al-Burj Al-Shamali, Libanon. Sehingga untuk bersekolah, mereka harus menempuh jarak jauh yang memberi tambahan biaya transportasi. Padalah, kondisi yang ia alami saat ini sudah sulit karena ayahnya hanya bekerja di pertanian dengan upah harian. Ahmed meminta Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) untuk membangun sebuah sekolah menengah di kamp yang ia tinggali.
Warga lain, Muhammad, menghidupi lima anggota keluarga. Dua putranya juga sedang belajar di sekolah menengah di luar kamp. Dia memberi tahu bahwa biaya untuk buku pelajaran mereka telah banyak menghabiskan biaya untuk makanan dan kebutuhan pokok. Dia berkata: “Bagaimana saya mengatur biaya transportasi untuk dua putra? Kami menelan rasa sakit dan penderitaan dalam kehidupan kami sehari-hari.”
Mahmoud Taha, pejabat politik di kamp Al-Burj Al-Shamali, mengatakan bahwa Kamp Burj al-Shamali menempati area seluas satu kilometer. Kamp terletak di sebelah timur kota Tirus di Lebanon selatan, dan sangat terpengaruh oleh krisis ekonomi yang melanda Lebanon. Kamp merupakan rumah bagi 20.000 pengungsi Palestina, termasuk 300 siswa sekolah menengah.
Dia menekankan bahwa UNRWA harus mendirikan sekolah menengah di kamp itu, sebab setiap siswa harus membayar 40.000 pound Lebanon (26 dolar) per tahun hanya untuk transportasi per hari. Jumlah tersebut akan berlipat ganda karena kenaikan harga bahan bakar, yang menambah beban berat bagi keluarga di kamp tersebut.
Sumber:
https://www.palinfo.com/news/2022/6/27
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








