Kementerian Pendidikan Gaza telah menangguhkan tahun ajaran 2023–2024 bagi 625.000 siswa di daerah kantong yang diblokade tersebut. Hal ini terjadi akibat Israel terus melakukan pengeboman tanpa pandang bulu di Gaza, menyebabkan lebih dari 1,5 juta warga Palestina mengungsi dan memaksa puluhan ribu orang berlindung di sekolah-sekolah setelah dipaksa mengungsi dari bagian utara Jalur Gaza.
Dalam jangka waktu sebulan sejak kampanye pengeboman Israel dimulai, sekitar 10.000 warga Palestina telah terbunuh, lebih dari 4.000 di antaranya adalah anak-anak, sementara lebih dari 2.000 orang hilang dan diperkirakan terjebak di bawah reruntuhan. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.250 diantaranya adalah anak-anak. Sebagai akibat dari pengungsian massal dan kurangnya keamanan, sekolah-sekolah di Jalur Gaza telah diubah menjadi tempat bagi warga Palestina untuk tinggal, meskipun sekolah-sekolah tersebut pun tidak luput dari serangan bom Israel.
Hal ini dikecam oleh kelompok hak asasi manusia Save the Children. Jason Lee, direktur lembaga tersebut di wilayah yang dijajah mengatakan: “Ketakutan terburuk kami menjadi kenyataan. Kami melihat sekolah dan rumah sakit – tempat yang aman dan berlindung – menjadi sasaran. Infrastruktur sipil seperti rumah sakit dan sekolah harus dilindungi setiap saat.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








