• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Sabtu, Februari 21, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Pengamat: Gencatan Senjata hanya Membuat Lebabon Berada di Bawah Kendali Israel dalam 60 Hari

by Adara Relief International
Desember 31, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hubungan Internasional dan Politik, Hukum dan HAM
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Pengamat: Gencatan Senjata hanya Membuat Lebabon Berada di Bawah Kendali Israel dalam 60 Hari

Operasi tentara Israel berlanjut di Lebanon selatan pada hari-hari pertama gencatan senjata (tentara Israel)

14
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Perjanjian gencatan senjata – yang diawasi oleh utusan AS Amos Hochstein – mulai berlaku pada 27 November 2024, telah mengakhiri pertempuran sengit antara Hizbullah dan tentara Israel, yang dimulai sebagai perang dukungan untuk Gaza pada 8 Oktober 2023. Namun, intensitas penyerangan meningkat sejak 23 September 2024, ketika pasukan Israel memulai serangan artileri dengan menyerang dan menduduki desa-desa Lebanon yang berdekatan dengan perbatasan.

Perjanjian gencatan senjata antara Lebanon dan Israel menetapkan penghentian permusuhan antara kedua belah pihak, dan implementasi penuh Resolusi 1701 oleh kedua belah pihak. Perjanjian tersebut juga memberi Israel dan Lebanon hak untuk membela diri. Pemerintah Lebanon akan mengerahkan 10.00 tentara di wilayah selatan Sungai Litani. 

Perjanjian tersebut juga menetapkan bahwa ketiga pihak (pasukan Lebanon, Israel, dan UNIFIL ) akan bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Prancis untuk menyita senjata yang tidak sah, mencegah kehadiran kelompok bersenjata, dan bahwa Israel dan Lebanon akan memberi tahu pasukan UNIFIL jika ada dugaan pelanggaran.

Perjanjian tersebut mencakup implementasi rencana rinci mengenai penarikan bertahap Israel dari wilayah Lebanon dalam jangka waktu tidak lebih dari 60 hari, selain penyelesaian titik-titik sengketa di sepanjang Garis Biru sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB No.170.

Seorang analis politik dan penulis, Youssef Mortada, percaya bahwa perjanjian tersebut akan membuat Lebanon “berada di bawah kendali musuh” selama 60 hari, yang merupakan jangka waktu yang disepakati oleh kedua belah pihak agar Israel dapat melakukan penarikan pasukan bertahap dari wilayah pendudukan di Lebanon selatan pada tahun 2017.

Baca Juga

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza

Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Mortada menambahkan dalam wawancaranya dengan Al Jazeera Net bahwa “Komite Teknis untuk Memantau Gencatan Senjata” yang dipimpin oleh Jenderal AS Jasper Jeffers belum memulai pekerjaannya, karena batas waktu 60 hari berakhir pada 27 Januari 2025, yaitu 7 hari setelah pelantikan Presiden terpilih AS, Donald Trump. Pada saat itu barulah pekerjaan komite benar-benar dimulai. “Sampai saat itu, hal tersebut hanya formalitas yang membuang-buang waktu.” menurut uraiannya.

Mortada mengaitkan peluncuran peran sebenarnya komite tersebut dengan tanggal dimulainya perundingan AS-Iran, “karena Trump ingin Iran mengerjakan 3 dokumen,” yaitu:

  • mengakhiri peran senjatanya di Timur Tengah,
  • merancang perjanjian nuklir yang jelas dan jujur, dan
  • menjelaskan program misilnya.

Ia menambahkan, “Berdasarkan hal ini, saya tidak melihat alasan untuk melemahkan perjanjian gencatan senjata, karena kedua belah pihak sedang menunggu tanggal setelah pelantikan Trump.”

 

Sumber: https://www.aljazeera.net/politics

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Update Hari ke-451: Israel Serang Dua Rumah Sakit Lagi Saat Musim Dingin, Memperburuk Penderitaan di Gaza

Next Post

11 Orang Terbunuh dalam Serangan Udara Israel di Damaskus

Adara Relief International

Related Posts

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza
Berita Kemanusiaan

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza

by Adara Relief International
Februari 20, 2026
0
18

Pemerintahan Trump berencana membangun pangkalan militer yang berfungsi sebagai pusat operasional Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza. Rencana tersebut merujuk pada...

Read moreDetails
Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Februari 20, 2026
15
Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Februari 20, 2026
19
Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Februari 20, 2026
13
Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Februari 20, 2026
22
Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Februari 19, 2026
29
Next Post
11 Orang Terbunuh dalam Serangan Udara Israel di Damaskus

11 Orang Terbunuh dalam Serangan Udara Israel di Damaskus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630