• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, Februari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Pengadilan Israel Perpanjang Penahanan Direktur Rumah Sakit Gaza, Hussam Abu Safiya, Selama Enam Bulan

by Adara Relief International
Oktober 17, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Israel telah memperpanjang penahanan Dr Hussam Abu Safiya selama 6 bulan lagi. [dr.hussam73/Instagram] Israel telah memperpanjang penahanan Dr Hussam Abu Safiya selama 6 bulan lagi. [dr.hussam73/Instagram]

Israel telah memperpanjang penahanan Dr Hussam Abu Safiya selama 6 bulan lagi. [dr.hussam73/Instagram] Israel telah memperpanjang penahanan Dr Hussam Abu Safiya selama 6 bulan lagi. [dr.hussam73/Instagram]

24
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Dr. Hussam Abu Safiya (52 tahun), Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara, telah ditahan oleh Israel sejak Desember 2024 setelah pasukan pendudukan menculiknya dari dalam rumah sakit tempat ia bekerja. Ia menjadi salah satu dari puluhan tenaga medis yang ditangkap sejak awal agresi Israel ke Gaza pada Oktober 2023.

Menurut Al Mezan Center for Human Rights, pengadilan Israel di Bir al-Sabi’ baru-baru ini memperpanjang masa penahanan Dr. Abu Safiya selama enam bulan di bawah Undang-Undang “Unlawful Combatants”, tanpa dakwaan dan tanpa bukti hukum yang jelas. Hukum ini memberi wewenang kepada militer Israel untuk menahan siapa pun dari Gaza tanpa batas waktu dengan alasan “mengancam keamanan negara”.

Pengacara Al Mezan menolak keras keputusan ini, menyebutnya sebagai penahanan ilegal dan pelanggaran terhadap hukum internasional, terutama karena Dr. Abu Safiya belum pernah didakwa secara resmi, tidak diberi akses terhadap bukti, serta tidak dapat membela diri di pengadilan. “Penahanan ini menjadikannya sebagai sandera, bukan tawanan hukum,” tulis lembaga itu dalam pernyataannya.

Baca Juga

Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Dr. Abu Safiya, yang juga merupakan dokter utama organisasi kemanusiaan MedGlobal berbasis di Chicago, baru diizinkan bertemu penasihat hukumnya pada Februari 2025 yaitu dua bulan setelah penangkapannya. Dalam kunjungan terakhir pengacaranya ke Penjara Ofer pada Juli 2025, ia melaporkan bahwa dokter itu telah kehilangan lebih dari 40 kilogram berat badan, mengalami patah tulang rusuk dan terdapat luka di wajah serta punggung akibat pemukulan, dan menderita gangguan jantung yang tidak diobati. Ia ditahan di sel isolasi tanpa sinar matahari, masih mengenakan pakaian musim dingin di tengah panas musim panas, serta mengalami pembatasan akses terhadap makanan dan kebersihan dasar.

Amnesty International menilai penahanan tanpa dakwaan seperti ini merupakan bentuk penyiksaan dan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional. Amnesty dan Al Mezan memperingatkan bahwa Israel menggunakan tawanan Palestina, termasuk tenaga medis, sebagai alat tawar-menawar politik dalam negosiasi gencatan senjata.

Data dari Healthcare Workers Watch (HWW) menunjukkan bahwa hingga Juli 2025, sebanyak 28 dokter Gaza masih berada di penjara Israel, delapan di antaranya merupakan konsultan senior di bidang bedah, ortopedi, kardiologi, dan perawatan intensif. Sebanyak 21 dokter telah ditawan lebih dari 400 hari tanpa tuduhan apa pun. Laporan dari WHO dan organisasi HAM internasional menegaskan adanya pola penyiksaan, kekerasan seksual, dan perlakuan tidak manusiawi terhadap tenaga medis Palestina selama penahanan.

Tragedi ini semakin mencoreng wajah kemanusiaan. Dua dokter ternama, Dr. Iyad al-Rantisi dan Dr. Adnan al-Bursh, dilaporkan meninggal di penjara Israel pada April 2024 akibat penyiksaan, dan jenazah mereka belum dikembalikan kepada keluarga hingga kini.

Kasus Dr. Hussam Abu Safiya bukan hanya tentang satu dokter yang ditawan secara sewenang-wenang. Ia menjadi simbol kehancuran sistem kesehatan Gaza dan bukti nyata bagaimana Israel menargetkan tenaga medis—kelompok yang seharusnya dilindungi pada masa perang—sebagai bagian dari strategi untuk melumpuhkan kehidupan rakyat Palestina.

Sumber: MEMO, Qudsnen

ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Melakukan Pelanggaran di Gaza Sejak Gencatan Senjata Diberlakukan

Next Post

Jenazah Warga Palestina yang Dikembalikan Menunjukkan Tanda Penyiksaan dan Eksekusi, Sementara Media Barat Tetap Bungkam

Adara Relief International

Related Posts

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo
Berita Kemanusiaan

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

by Adara Relief International
Februari 19, 2026
0
14

Para menteri pemerintah Israel secara terbuka menyatakan niat mereka untuk secara mendasar mengubah status politik dan hukum wilayah Palestina yang...

Read moreDetails
Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Februari 19, 2026
15
Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Februari 19, 2026
14
Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Februari 19, 2026
13
Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Februari 19, 2026
14
Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Februari 19, 2026
25
Next Post
Tentara Israel menyerahkan jenazah warga Palestina kepada Komite Palang Merah Internasional (ICRC), yang kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Gaza, untuk diidentifikasi. Keluarga berkumpul untuk mengidentifikasi jenazah kerabat mereka pada 15 Oktober 2025. [Doaa Albaz – Anadolu Agency]

Jenazah Warga Palestina yang Dikembalikan Menunjukkan Tanda Penyiksaan dan Eksekusi, Sementara Media Barat Tetap Bungkam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630