• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Rabu, Maret 4, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Penduduk Palestina Tolak Diskriminasi Pendidikan Oleh Israel

by Adara Relief International
Oktober 6, 2022
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Penduduk Palestina Tolak Diskriminasi Pendidikan Oleh Israel
11
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Christopher Karam paham bahwa ada subjek mata pelajaran yang secara hukum tidak dapat dia sampaikan kepada murid-muridnya. Sebagai seorang guru di sekolah Tamrat El Zeitoun Waldorf di Shefa-Amr, sekitar 20 menit di utara Haifa di Galilea, ia menemukan cara-cara tersembunyi untuk mendidik anak-anak tentang topik yang dilarang pemerintah Israel: Nakba. “Rasanya aneh setiap kali saya mengatakan bahwa topik itu ilegal untuk disampaikan. Anda harus pintar-pintar mencari cara membicarakannya.” katanya.

Karam tumbuh di Nazareth. Dia bersekolah di sekolah swasta Arab, dan belajar lebih banyak tentang budaya dan sejarah di luar sekolah. Sebagai seorang guru, dia menggunakan budaya untuk menghindari hukum, untuk memperkenalkan murid-murid Palestinanya kepada komunitas mereka. Nakba, istilah Arab untuk menyebut pengusiran 700.000 orang Palestina dari wilayah Palestina pada 1948, sering muncul dalam puisi dan lagu.  Dia juga menunggu siswa untuk mengemukakannya sendiri kemudian mendorong mereka untuk memperdalam pengetahuan mereka dengan topik tersebut.

Namun, bahkan dengan penyampaian secara halus tersebut, beberapa orang tua, termasuk orang-orang Palestina dengan kewarganegaraan Israel, kadang-kadang datang dan mengeluh. Mereka mengatakan bahwa “ini adalah Israel, bukan Palestina”. Menanggapi hal tersebut, Karam mengatakan, “Penting bagi saya untuk membantu membimbing mereka, sebab selama ini kami mempelajari sejarah ‘mereka’, bukan sejarah kami.”

Ketegangan yang dialami oleh guru seperti Karam dan para siswanya merupakan masalah utama yang dihadapi pendidikan siswa di sekolah yang didanai Israel, termasuk yang berada di komunitas Palestina. Masalah ini menjadi fokus utama di Palestina karena masyarakat telah berdiri untuk menentang kebijakan diskriminatif pemerintah Israel mengenai pendidikan, seperti kurangnya infrastruktur dan penyensoran kurikulum Palestina.

Beberapa contoh diskriminasi yang diberlakukan Israel misalnya dengan menolak menyediakan bus untuk anak-anak Badui di Naqab (Negev) atau penolakan untuk memberikan ujian matrikulasi dalam bahasa Arab hingga tahun 2019. Di dalam perbatasan Palestina tahun 1948, terlihat perbedaan mencolok antara kota-kota kaya Israel seperti Petah Tikva atau Caesarea dengan kota-kota Arab tetangga mereka, yang salah satunya dapat dilihat dari kemampuan keluarga untuk membayar sekolah. Sekolah swasta di komunitas Yahudi-Israel seringkali lebih mahal, sehingga lebih siap untuk memfasilitasi dan mendukung siswa.

Diskriminasi juga terjadi di sekolah negeri. Media Ibrani dan anggota parlemen telah mengakui dikotomi ini selama bertahun-tahun: pada 2016, Kementerian Keuangan melaporkan menemukan bahwa anggaran sekolah adalah salah satu bentuk diskriminasi keuangan pertama yang dihadapi orang Arab di Palestina.

“Diskriminasi yang ada begitu luas dan terlihat sehingga tidak ada pilihan selain mengakui bahwa itu [ada],” tulis situs milik Haaretz, TheMarker, saat melaporkan temuan pemerintah, menunjukkan bagaimana politisi Israel secara rutin menyangkal adanya perbedaan. “Diskriminasi dimulai pertama-tama dalam anggaran pendidikan, dan tidak memberikan kesempatan bagi anak Arab di wilayah ‘Israel’ untuk mengurangi kesenjangan pendidikan antara mereka dan anak Yahudi.”

Laporan itu selanjutnya menemukan bahwa jumlah siswa Palestina yang putus sekolah sebelum menyelesaikan jenjang pendidikan menengah, lebih tinggi 50 persen dibandingkan siswa Yahudi Israel. Pada saat yang sama, sekolah-sekolah Palestina juga menghadapi keterbatasan infrastruktur. Siswa tidak diajarkan di ruang kelas yang sebenarnya, atau andaipun memiliki ruang kelas, ruangan akan terlalu penuh dengan siswa.

Kementerian Pendidikan telah mencoba menambahkan anggaran dana ke sekolah-sekolah Arab untuk mencoba menutupi beberapa kesenjangan ini. Namun, setiap siswa Palestina menerima 95% lebih sedikit bantuan daripada siswa Israel. Beberapa tahun terakhir, ketika tekanan internasional meningkat terhadap pemerintah Israel atas praktik apartheid yang diberlakukannya. Anggota parlemen Israel menanggapi dengan mengumumkan rencana yang tampaknya mendukung komunitas Arab, tetapi hal itu sebenarnya hanyalah topeng untuk menyudutkan komunitas Arab, mencari-cari alasan untuk terus melanjutkan praktik apartheid dan Yahudinisasinya.

Sumber:

Baca Juga

Syekh Ikrima Sabri Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsa

Israel Bunuh Ribuan Anggota Komunitas Olahraga Sejak Awal Genosida

https://mondoweiss.net

***

Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.

Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Donasi

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

Tags: PalestinaPendidikanUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Syekh Yusuf al-Qaradhawi dan Dukungan terhadap Palestina

Next Post

Perayaan Yom Kippur, Pemukim Israel Serbu Masjid Al Aqsa

Adara Relief International

Related Posts

Syekh Ikrima Sabri Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsa
Al-Aqsa

Syekh Ikrima Sabri Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsa

by Adara Relief International
Maret 3, 2026
0
22

Syekh Ikrima Sabri, kepala Dewan Tinggi Islam di Al-Quds (Yerusalem), mengecam keputusan Israel untuk menutup Masjid Al-Aqsa dengan dalih keadaan...

Read moreDetails
Israel Bunuh Ribuan Anggota Komunitas Olahraga Sejak Awal Genosida

Israel Bunuh Ribuan Anggota Komunitas Olahraga Sejak Awal Genosida

Maret 3, 2026
18
Israel Tingkatkan Penangkapan Anak dan Perempuan Sepanjang Februari

Israel Tingkatkan Penangkapan Anak dan Perempuan Sepanjang Februari

Maret 3, 2026
16
Israel Mengusir Jemaah dari Masjid Sheikh Lulu di Al-Quds (Yerusalem)

Israel Mengusir Jemaah dari Masjid Sheikh Lulu di Al-Quds (Yerusalem)

Maret 3, 2026
16
Lembaga Pendidikan di Tepi Barat Tutup Hingga Pekan Depan

Lembaga Pendidikan di Tepi Barat Tutup Hingga Pekan Depan

Maret 3, 2026
13
Siap Kirim Tentara ke Gaza, Solidaritas Indonesia dengan Palestina Dipertanyakan

Siap Kirim Tentara ke Gaza, Solidaritas Indonesia dengan Palestina Dipertanyakan

Maret 2, 2026
33
Next Post
Perayaan Yom Kippur, Pemukim Israel Serbu Masjid Al Aqsa

Perayaan Yom Kippur, Pemukim Israel Serbu Masjid Al Aqsa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 8 FAQs about Ramadan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630