Masyarakat Pertahanan Sipil Palestina (PCDS) melaporkan pada Selasa (5/11) bahwa mereka telah menerima banyak permohonan terkait orang-orang yang terjebak hidup-hidup di bawah reruntuhan rumah dan bangunan tempat tinggal yang dihancurkan oleh tentara Israel di Beit Lahia, Gaza utara.
“Kami menerima permohonan mendesak tentang keberadaan korban selamat di bawah reruntuhan beberapa rumah dan bangunan tempat tinggal yang dihancurkan oleh pasukan pendudukan Israel di wilayah proyek Beit Lahia di Gaza utara,” kata PCDS dalam sebuah pernyataan.
Ia mendesak “organisasi hak asasi manusia dan kemanusiaan internasional untuk segera campur tangan guna memberi akses bagi tim penyelamat dan berupaya menyelamatkan mereka yang terjebak di bawah reruntuhan.”
Ia juga memperingatkan tentang “berlanjutnya keheningan internasional mengenai agresi dan arogansi Israel, yang dapat menyebabkan eksekusi warga yang masih hidup yang terjebak di bawah reruntuhan rumah mereka,” yang disebutnya sebagai “pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter internasional.”
Pertahanan Sipil menambahkan, “Warga di Gaza utara menghadapi kematian dan pemusnahan Israel dalam senyap, sementara pendudukan telah sepenuhnya mengganggu operasi tim kami, menyita kendaraan dan peralatan kami, mengusir kami, dan menangkap sejumlah orang dari kami.”
Badan tersebut mencatat bahwa selama 14 hari berturut-turut, tentara Israel telah mencegah tim melakukan operasi mereka di Gaza utara. Sementara itu, Direktur Program Pangan Dunia (WFP) di Palestina, Matthew Hollingsworth, menyuarakan keprihatinan tentang keamanan pangan dan kelaparan di Jalur Gaza.
Ia lebih lanjut memperingatkan bahwa 90% penduduk Gaza utara tidak memiliki makanan. Kami bekerja sama dengan UNRWA untuk memberikan bantuan di Kota Gaza, katanya, seraya menambahkan bahwa semua pekerja kemanusiaan prihatin dengan apa yang terjadi dengan UNRWA.
Setidaknya 54 orang terbunuh dalam serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza sejak fajar. Dari jumlah tersebut, 39 orang terbunuh di Gaza utara, tempat Israel melancarkan serangan udara dan darat besar-besaran sekitar sebulan lalu.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








