Warga Palestina yang tinggal di Gaza menderita krisis kemanusiaan yang kritis, kata pembicara di The International Commission for the Support of the Rights of the Palestinian People (HASHD) pada Rabu (25/8). Otoritas Palestina di Ramallah dan Komite Administratif di Gaza harus menemukan solusi cepat untuk krisis ini, meliputi solusi atas persoalan ekonomi, layanan, kebebasan, hak, dan masalah politik.
Kepala HASHD, Dr Salah Abdul Ati, mengatakan bahwa situasi tragis di Gaza memiliki dampak yang merusak untuk masa depan. Situasi yang sedang berlangsung menjadi sulit karena pengepungan Israel, penghancuran besar-besaran infrastruktur yang disebabkan oleh serangan berulang-ulang, tingginya tingkat pengangguran dan kemiskinan, sanksi yang dijatuhkan oleh OP dan konsekuensi dari COVID-19.
Kekurangan listrik, kekurangan air, dan mundurnya layanan kesehatan mengakibatkan peningkatan tingkat pengangguran dan kekerasan sosial, memaksa warga Gaza untuk menghadapi tantangan berbahaya.
Analis ekonomi Sameer Mudallallah, mengatakan: “Gaza telah berada di bawah pengepungan ketat Israel selama lebih dari 14 tahun. Palestina menderita perpecahan internal, pengepungan Israel terus-menerus, dan konsekuensi dari COVID-19. Semua masalah ini menyebabkan memburuknya situasi ekonomi dan mendorong Jalur Gaza ke tepi kehancuran.”
Sementara itu, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan, Dr Medhat Abbas, mengatakan bahwa kementerian mengalami kekurangan obat-obatan, peralatan medis, dan produk vital lainnya akibat pengepungan ketat Israel. Ini berdampak negatif pada pasien Palestina di Gaza, terutama mereka yang menderita kanker dan penyakit kronis. Ia juga menyatakan bahwa pasien yang membutuhkan perawatan medis di luar negeri, telah dilarang keluar oleh otoritas pendudukan Israel.
Sumber : Middle East Monitor
***
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








