• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Minggu, Februari 22, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Penderitaan Para Pengungsi Lebanon

by Adara Relief International
November 14, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM, International, News, Sosial EKonomi
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Penderitaan Para Pengungsi Lebanon

Jumlah pengungsi yang terdaftar melebihi 190.000 orang di Lebanon (Al Jazeera)

13
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Di tengah agresi Israel yang sedang berlangsung, masyarakat Lebanon selatan terjebak dalam siklus tragedi yang memaksa mereka mengungsi dari desa dan kota mereka dengan membawa tas kecil, sementara yang lain bahkan tidak sempat berganti pakaian saat melarikan diri.

Di bawah beban pengeboman yang hebat, keluarga-keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat berlindung yang aman, namun mereka menghadapi kepadatan dan cuaca dingin di pusat-pusat penampungan yang terpaksa dijejali pengungsi hingga melebihi kapasitas. 

Jumlah pengungsi yang terdaftar mencapai 190.680 jiwa atau setara dengan 44.908 KK yang tersebar di 1.163 penampungan. Sebanyak 991 penampungan telah mencapai kapasitas maksimal.

Menurut Dewan Pertahanan Tertinggi Dewan Menteri Lebanon, jumlah pengungsi di pusat-pusat penampungan telah disebar berdasarkan provinsi dengan rincian sebagai berikut:

  • Gunung Lebanon: 70.219 pengungsi
  • Beirut : 55.634 pengungsi
  • Selatan: 14.898 pengungsi 
  • Bekaa : 14.839 orang mengungsi
  • Utara: 13.748 pengungsi
  • Baalbek-Hermel: 12.993 pengungsi
  • Akkar: 7.376 pengungsi
  • Nabatieh : 973 

Penyerangan di Lebanon selatan dan Bekaa utara, khususnya di Baalbek-Hermel, semakin intensif. Tercatat 155 penggerebekan terjadi hanya dalam waktu 48 jam, sehingga jumlah kumulatif menjadi 12.630 penggerebekan, yang semakin meningkat dari hari ke hari. Intensitas yang tinggi ini meningkatkan tekanan terhadap pusat-pusat penampungan yang mengalami kekurangan kebutuhan dasar, dan memperburuk penderitaan keluarga-keluarga yang mengungsi.

Kondisi di pusat-pusat penampungan menunjukkan penderitaan bersama yang tampak di wajah-wajah kelelahan para pengungsi, dengan mata penuh kecemasan dan kesedihan, serta terdengar percakapan terus-menerus tentang rumah yang mereka tinggalkan, orang-orang tercinta yang hilang, dan kota-kota yang dihancurkan oleh bom Israel. 

Baca Juga

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza

Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Di halaman Sekolah Nazih Al-Bizri di Sidon, Abu Ali, seorang pengungsi dari Kota Aitaroun, berbicara dengan getir tentang penderitaannya kepada media Al-Jazeera Net. Menurutnya, setelah satu tahun dua bulan berlalu sejak agresi, kondisi pengungsian telah meningkatkan tekanan hidup warga sipil, di samping peningkatan biaya hidup. Ia menekankan bahwa sebagian besar pengungsi menderita kekurangan bantuan yang parah. 

Ia menambahkan, “Kebutuhan yang diperlukan, seperti seprai, selimut, dan kasur untuk tidur, tidak tersedia.”

Di sebelahnya ada Abu Alaa, ayah dari empat anak. Ia mengungsi di pusat penampungan bersama istri, anak-anak, dan saudara laki-lakinya setelah pengeboman di Kota Tirus, Lebanon selatan, semakin intensif. 

“Kami diberi sarapan, makan siang, dan makan malam. Beberapa persediaan makanan juga telah disediakan, tetapi masih ada kekurangan obat-obatan. Adik saya berada di pusat kesehatan dan kondisinya membutuhkan pengobatan, tetapi tidak ada yang memberinya obat yang diperlukan,” katanya kepada Al Jazeera Net. 

Salah satu pengungsi perempuan dari Marjayoun mengeluhkan kurangnya kebutuhan dasar minimum, terutama dengan datangnya musim dingin, dan menekankan kebutuhan mendesak mereka akan selimut dan bantal, selain air panas.

Dia menjelaskan kepada Al Jazeera Net, “Situasinya menjadi sangat sulit, karena kaum muda terpaksa mandi tanpa air panas. Mereka mencoba menggunakan pipa gas sebagai alternatif pemanas, namun solusi ini tidak cukup dan masalahnya masih ada.”

Di pusat penampungan Sekolah Marjan, Umm Abbas, yang mengungsi dari jalur perbatasan di Kota Yarin, menceritakan kepada Al Jazeera Net tentang penderitaannya yang terus berlanjut setelah dia selamat dari kematian. Pengalaman pengungsiannya dimulai ketika dia mengungsi di Kota Tirus selama satu tahun penuh dalam kondisi yang keras. “Namun, ketika pengeboman meningkat dan peringatan dikeluarkan untuk mengevakuasi kota, saya memutuskan untuk melarikan diri lagi ke Kota Sidon dua bulan lalu.”

Ummu Abbas menambahkan dengan suara penuh kesedihan, “Situasinya sangat sulit. Kami kehilangan banyak hal mendasar. Tidak ada mesin cuci untuk pakaian, dan kami terpaksa mencucinya secara manual dalam cuaca dingin ini. Karpet juga tidak ada. atau sarana pemanasan apa pun. Setiap hari yang berlalu menambah penderitaan kami.”

Salah satu perempuan pengungsi dari Aitaroun menambahkan kepada Al Jazeera Net, “Satu tahun dan satu bulan telah berlalu sejak pengungsian kami, dan saya tinggal bersama 3 anak di pusat penampungan. Putri kecil saya menderita krisis psikologis yang menyebabkannya sering gemetar, sementara saya hanya bisa memberinya obat untuk membantunya tidur. Namun, kondisinya tidak kunjung membaik.”

Dia menambahkan, dengan suara penuh kepahitan, “Saya merasa tertekan ketika melihat anak-anak saya hidup dalam kondisi seperti ini.

 

Sumber: https://www.aljazeera.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Update Hari ke-405: Sudah 15 Orang Palestina Terbunuh oleh Israel di Zona yang Dinyatakan Aman

Next Post

Pesawat Tempur Israel kembali Serang Beirut Selatan

Adara Relief International

Related Posts

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza
Berita Kemanusiaan

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza

by Adara Relief International
Februari 20, 2026
0
19

Pemerintahan Trump berencana membangun pangkalan militer yang berfungsi sebagai pusat operasional Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza. Rencana tersebut merujuk pada...

Read moreDetails
Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Februari 20, 2026
15
Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Februari 20, 2026
19
Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Februari 20, 2026
13
Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Februari 20, 2026
24
Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Februari 19, 2026
29
Next Post
Pesawat Tempur Israel kembali Serang Beirut Selatan

Pesawat Tempur Israel kembali Serang Beirut Selatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630