Ratusan pemukim Yahudi Israel telah menyerang Desa Kherbat Al-Deir di Lembah Yordan, bagian dari Tepi Barat. Israel telah memberlakukan blokade di Lembah Yordan selama dua minggu terakhir.
“Kherbat Al-Deir telah menjadi sasaran serangan pemukim hampir setiap hari selama lebih dari sebulan,” jelas aktivis lokal Palestina, Fares Fuqaha. “Para pemukim, sejauh ini, menguasai lima mata air di kawasan yang digunakan petani untuk irigasi.” Selama dua tahun terakhir, para pemukim telah menguasai sejumlah mata air di kawasan tersebut dan mendirikan taman hiburan bagi para pemukim. Warga Palestina dilarang mengakses sumber air.
Serangan oleh pemukim bersenjata juga semakin meningkat. Pemukim mengejar penggembala Palestina di daerah Al-Sakout dan mengancam akan membunuh mereka jika mereka tidak berhenti menggembalakan domba di daerah tersebut. Sebelumnya, para pemukim ilegal telah mencabut puluhan pohon anggur dan pohon zaitun, merusak tanaman lain dan menghancurkan jaringan irigasi air di Desa Husan, sebelah barat Bethlehem.
Direktur Dewan Desa Husan, Rami Hamamreh, mengatakan kepada kantor berita WAFA bahwa para pemukim juga merusak terong, tomat, dan paprika. Jaringan irigasi yang dihancurkan digunakan warga Palestina untuk mengairi pertanian lokal, yang sering menjadi sasaran serangan pemukim Yahudi. Di Kota Nablus, sementara itu, pemukim Israel membakar rumah-rumah penduduk Palestina.
Kekerasan pemukim didukung oleh tentara pendudukan Israel yang memberi perlindungan bagi para pemukim. Pemerintah koalisi ekstrem kanan tidak melakukan apa pun untuk menghentikan serangan semacam itu. Semua permukiman dan pemukim Israel di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) adalah ilegal menurut hukum internasional.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








