Pemukim Israel pada Kamis (2/2) menyerbu Gereja Makam Suci di Kota Tua Yerusalem dan mencoba membakarnya. Gubernur Yerusalem mengatakan dalam pernyataan pers singkat bahwa tiga pemukim menyerbu gedung gereja di seberang sekolah El-Omariya, merusak dan menghancurkan patung Kristus di Kapel Kristus, dan mencoba membakarnya. Ia menambahkan bahwa penjaga di lokasi berusaha menghadapi para pemukim yang menyerbu.
Gereja-gereja di Yerusalem dan properti orang Kristen secara teratur menjadi sasaran serangan para pemukim, yang terbaru adalah penghancuran batu nisan dari 30 kuburan di pemakaman milik Gereja Episkopal Injili di Al-Quds. Ini terjadi ketika Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, memprotes peningkatan kekerasan kepada pemerintah Israel, dengan mengatakan: “Kami menegaskan bahwa Pemerintah Israel bertanggung jawab atas apa yang terjadi hari ini, karena pada praktiknya, Israel telah merusak solusi dua negara dan melanggar perjanjian yang ditandatangani.”
Abbas mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken: “Penentangan yang berkelanjutan terhadap upaya rakyat Palestina untuk mempertahankan keberadaan mereka dan hak-hak sah mereka di forum dan pengadilan internasional, dan untuk memberikan perlindungan internasional adalah sebuah kebijakan yang mendorong penjajah Israel untuk melakukan lebih banyak kejahatan dan melanggar hukum internasional.”
“Ini terjadi pada saat Israel terus diberi impunitas tanpa pencegahan atau pertanggungjawaban, meskipun terus melakukan operasi sepihaknya, termasuk penyerangan, pencaplokan tanah, persoalan pemukim yang menyerbu wilayah Palestina, melakukan kejahatan, penghancuran rumah, pemindahan paksa warga Palestina, mengubah identitas Al-Quds dan melanggar status quo sejarah, melanggar kesucian Masjid Al Aqsa, menyita dana anggaran, serta melakukan operasi pembersihan etnis dan apartheid yang menyertainya,” tambahnya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








